Haluannews Ekonomi – Pasar saham Asia menunjukkan performa yang beragam pada perdagangan hari ini, dengan sebagian besar indeks utama mengalami penurunan. Sentimen pasar tertekan oleh kombinasi data perdagangan Jepang yang kurang menggembirakan dan kekhawatiran atas pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump terkait kebijakan perdagangan dan Ketua Federal Reserve, Jerome Powell.

Related Post
Penurunan ekspor Jepang selama dua bulan berturut-turut menjadi sorotan utama. Data terbaru menunjukkan kontraksi 0,5% pada bulan Juni, memperpanjang tren penurunan dari bulan sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan ekspor ke China dan Amerika Serikat, dua mitra dagang utama Jepang.

Selain itu, pernyataan kontroversial Presiden Trump mengenai kemungkinan pemecatan Jerome Powell dan ancaman penerapan tarif 25% terhadap impor Jepang semakin memperkeruh suasana pasar. Ketidakpastian ini memicu kekhawatiran akan potensi resesi global dan perang dagang yang berkepanjangan.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 terpantau turun 0,6%, sementara indeks Topix yang lebih luas mengalami penurunan sebesar 0,11%. Di Korea Selatan, indeks Kospi juga mengalami penurunan sebesar 0,26%, sementara indeks Kosdaq cenderung stagnan.
Berbeda dengan tren negatif di sebagian besar Asia, indeks S&P/ASX 200 Australia justru berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 0,35%. Sementara itu, kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong mengindikasikan potensi pembukaan yang lebih kuat dibandingkan penutupan sebelumnya.
Di pasar berjangka AS, indeks S&P 500 berjangka turun 0,17%, sementara indeks Nasdaq 100 berjangka turun 0,18%. Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average juga mengalami penurunan hampir 80 poin, atau 0,18%.
Kondisi pasar yang volatil ini menunjukkan bahwa investor masih berhati-hati dan sensitif terhadap perkembangan ekonomi global dan kebijakan perdagangan. Ketidakpastian yang terus berlanjut dapat memicu aksi jual dan meningkatkan risiko resesi global.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar