Pabrik Raksasa Hancur Perang Memanas Drone NATO

Pabrik Raksasa Hancur Perang Memanas Drone NATO

haluannews.id – Gelombang serangan udara yang tak henti antara Rusia dan Ukraina kembali memuncak, semakin mengaburkan harapan akan berakhirnya konflik berkepanjangan ini. Kedua belah pihak kini secara terang-terangan menargetkan infrastruktur vital, mulai dari pabrik industri, fasilitas energi, hingga pusat logistik dan militer, menandakan eskalasi yang mengkhawatirkan.

COLLABMEDIANET

Pada Minggu pagi, Rusia melancarkan serangan dahsyat ke jantung industri Ukraina, menghantam pabrik baja terbesar di Kryvyi Rih, kota kelahiran Presiden Volodymyr Zelensky. Serangan brutal ini dilaporkan menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 14 lainnya. Pihak pengelola pabrik, ArcelorMittal Kryvyi Rih, mengonfirmasi melalui saluran Telegram bahwa fasilitas produksi utama, termasuk sektor pembangkit listrik dan tanur tinggi, mengalami kerusakan parah, menyebabkan sebagian operasional pabrik terhenti. Tak hanya itu, serangan ini juga menyulut kobaran api di setidaknya dua distrik di ibu kota Kyiv, dengan Wali Kota Vitali Klitschko melaporkan tiga korban luka, sementara Gubernur wilayah Kyiv Tymur Tkachenko menyebutkan tiga orang, termasuk seorang anak, terluka akibat serangan drone di berbagai lokasi.

Pabrik Raksasa Hancur Perang Memanas Drone NATO
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Balasan Telak dari Ukraina

Di sisi lain, Angkatan Bersenjata Ukraina tak tinggal diam. Mereka mengklaim telah berhasil menyerang sebuah fasilitas produksi bahan bakar rudal di wilayah Rostov, Rusia, pada Minggu dini hari. Militer Ukraina menjelaskan bahwa perusahaan tersebut merupakan pemasok utama propelan roket padat untuk sistem peluncur roket multipel, serta berbagai sistem rudal dan persenjataan udara. Hingga berita ini diturunkan, Moskow belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut, namun serangan ini jelas merupakan bagian dari strategi saling balas yang menargetkan infrastruktur strategis kedua negara.

Ketegangan Merembet ke Wilayah NATO

Dampak konflik ini bahkan merembet hingga ke perbatasan Rumania, negara anggota NATO yang berbatasan langsung dengan Ukraina. Sebuah insiden mengejutkan terjadi ketika jet tempur F-18 milik kontingen NATO asal Spanyol, yang sedang dalam misi patroli udara, berhasil menembak jatuh sebuah drone tak dikenal di atas wilayah Rumania pada pukul 05.01 waktu setempat. Meskipun asal drone tersebut tidak disebutkan secara spesifik, juru bicara NATO menduga kuat drone itu berasal dari Rusia. Insiden ini terjadi tak lama setelah Rusia menghantam pelabuhan ekspor gandum vital Ukraina di Sungai Danube, yang terletak dekat perbatasan Rumania.

Pihak Kementerian Pertahanan Rumania mengonfirmasi jatuhnya drone tersebut, dengan serpihannya diduga mendarat di area tak berpenghuni antara dua desa. Rusia sendiri belum memberikan komentar mengenai insiden ini, menambah daftar panjang ketegangan di kawasan Laut Hitam, di mana kedua belah pihak juga saling menyerang kapal-kapal komersial.

Gudang Raksasa Wildberries Tak Luput dari Hantaman

Di wilayah Rusia, Kementerian Pertahanan Moskow mengklaim telah berhasil menjatuhkan 822 drone Ukraina dalam serangkaian serangan terbaru. Namun, serangan drone ini juga menimbulkan korban dan kerusakan signifikan. Gubernur wilayah Moskow, Andrei Vorobyov, melaporkan bahwa seorang warga lanjut usia berusia 83 tahun meregang nyawa dalam salah satu serangan drone terbesar di wilayahnya sejak konflik dimulai. Beberapa orang juga dilaporkan terluka di wilayah Podolsk.

Tak hanya itu, gudang milik Wildberries, raksasa ritel daring terbesar di Rusia, juga menjadi sasaran empuk. Video yang direkam setelah serangan di gudang Wildberries di Koledino, sekitar 45 kilometer selatan Moskow, menunjukkan kepulan asap tebal membubung tinggi. Kiev menuding perusahaan tersebut terlibat dalam logistik militer sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk merusak infrastruktur ekonomi Rusia yang dianggap menopang kampanye militer Moskow. Di wilayah Belgorod, yang berbatasan langsung dengan Ukraina, satu orang juga tewas akibat serangan drone yang menghantam sebuah bus.

Perang ini, dengan intensitas serangan yang terus meningkat dan target yang semakin meluas, kini bukan lagi sekadar konflik militer, melainkan pertarungan sengit yang mengancam stabilitas regional dan global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar