haluannews.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) tengah menjadi sorotan pasar. Perusahaan menara telekomunikasi ini mengalokasikan dana jumbo hingga Rp2,98 triliun. Langkah strategis ini bertujuan mengakomodasi pemegang saham yang tidak sepakat dengan rencana merger perseroan yang baru saja disetujui.

Related Post
Keputusan penting ini menyusul persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 30 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, disepakati rencana penggabungan usaha antara Mitratel dengan dua entitas lainnya, yakni PT Persada Sokka Tama (PST) dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT).

Berdasarkan informasi yang disampaikan Mitratel kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), pemegang saham yang secara resmi menolak aksi korporasi ini memiliki hak untuk meminta sahamnya dibeli kembali. Mekanisme ini sesuai dengan amanat Pasal 62 Undang-Undang Perseroan Terbatas. Mitratel menetapkan harga pembelian kembali sebesar Rp515 per lembar saham. Angka ini merujuk pada harga penutupan perdagangan saham MTEL di BEI pada 8 Mei 2026, saat ringkasan rencana merger pertama kali diumumkan.
Mitratel memperkirakan jumlah saham yang akan dibeli kembali bisa mencapai 5.783.251.844 lembar. Angka ini setara dengan 6,93% dari total modal ditempatkan perseroan. Dengan demikian, total dana yang disiapkan untuk aksi korporasi ini mencapai Rp2.978.374.699.660.
Untuk menjamin kelancaran proses, Mitratel menegaskan bahwa PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, selaku induk perusahaan, siap bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer). Jika permintaan pembelian kembali melebihi batas maksimum yang ditetapkan Mitratel, Telkom akan mengambil alih untuk membeli seluruh kelebihan saham tersebut.
Para pemegang saham yang berhak mengikuti skema ini harus memenuhi beberapa kriteria. Mereka wajib tercatat dalam daftar pemegang saham per 5 Juni 2026, hadir dalam RUPSLB, secara sah menyatakan ketidaksetujuan terhadap rencana penggabungan usaha, dan telah mengisi Formulir Pernyataan Menjual Saham.
Periode pengajuan formulir pernyataan menjual saham dijadwalkan berlangsung dari 3 hingga 10 Juli 2026. Selanjutnya, pembayaran kepada pemegang saham yang memenuhi seluruh persyaratan akan dilaksanakan pada 17 Juli 2026 melalui sistem KSEI, setelah dikurangi biaya transaksi dan kewajiban lain yang berlaku.








Tinggalkan komentar