Misteri Kepemilikan Saham BYAN Terbaru

Misteri Kepemilikan Saham BYAN Terbaru

haluannews.id – Dunia pasar modal kembali dikejutkan dengan dinamika kepemilikan saham di PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Spekulasi mengenai keterlibatan pengusaha ternama Kalimantan Selatan, Andi Syamsudin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam, dalam struktur pemegang saham perusahaan tambang batu bara raksasa ini terus menjadi perbincangan hangat di kalangan investor.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan data terbaru dari Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) BYAN yang dirilis per akhir September 2026, nama Haji Isam maupun entitas bisnisnya, PT Jhonlin Baratama, ternyata belum muncul dalam daftar resmi pemegang saham. Laporan yang disampaikan ke bursa pada 5 Oktober 2026 tersebut menunjukkan bahwa komposisi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan di atas 5% masih belum mengalami perubahan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Misteri Kepemilikan Saham BYAN Terbaru
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Hingga saat ini, kendali utama perusahaan masih berada di tangan Dato’ Low Tuck Kwong, yang tercatat sebagai pemilik manfaat (beneficial owner) sekaligus pengendali tingkat individu. Total saham yang tercatat pada BYAN mencapai angka 33.333.355.000 lembar saham.

Meski belum ada perubahan pada jajaran pemegang saham utama, terdapat sedikit pergeseran pada level direksi. Alastair G.C. McLeod tercatat mengalami penurunan kepemilikan saham. Dari sebelumnya memiliki 4.000.000 saham (0,012%), kini jumlahnya menyusut menjadi 3.290.500 saham (0,01%). Penurunan sebesar 709.500 saham ini secara otomatis menambah jumlah saham publik atau free float menjadi 7.096.416.630 saham, dengan persentase tetap di angka 21,29%.

Menariknya, meski komposisi pemegang saham besar belum berubah, jumlah investor ritel yang memegang Single Investor Identification (SID) justru melonjak tajam. Tercatat ada kenaikan sebesar 65%, dari yang semula hanya 4.939 investor menjadi 8.187 investor. Hal ini mengindikasikan antusiasme pasar yang tinggi terhadap pergerakan saham BYAN.

Terkait isu akuisisi, manajemen BYAN sebelumnya telah memberikan klarifikasi mengenai rencana transaksi besar yang melibatkan Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama. Dalam keterbukaan informasi, disebutkan adanya perjanjian jual beli saham bersyarat yang melibatkan Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Objek transaksi tersebut mencakup 10.000.000.500 saham atau setara dengan 30% dari total saham perusahaan.

Jika kesepakatan ini benar-benar terealisasi, struktur kepemilikan akan berubah drastis. Namun, manajemen menegaskan bahwa Dato’ Low Tuck Kwong dipastikan akan tetap menjadi pemegang saham utama dan pengendali perseroan.

Pihak manajemen BYAN juga mengungkapkan bahwa rencana transaksi ini merupakan hasil negosiasi langsung antara penjual dan pembeli tanpa melibatkan jajaran direksi maupun komisaris secara langsung, kecuali Dato’ Low Tuck Kwong yang menjabat sebagai Presiden Direktur. Hingga saat ini, perusahaan mengaku belum mendapatkan rincian mengenai nilai transaksi, mekanisme penentuan harga, maupun jadwal penyelesaian transaksi tersebut.

Meskipun terjadi potensi perubahan struktur kepemilikan, BYAN memastikan bahwa operasional perusahaan di sektor pertambangan batu bara akan tetap berjalan normal tanpa gangguan. Perubahan ini juga dipastikan tidak akan mengubah kendali manajemen secara mendasar, sehingga aktivitas bisnis entitas anak tetap berjalan sesuai rencana strategis yang ada.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar