Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh di Tengah Gejolak

Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh di Tengah Gejolak

haluannews.id – Kementerian Keuangan memberikan sinyal optimisme tinggi terkait ketahanan ekonomi nasional di tengah isu global yang berkembang. Meskipun terdapat potensi penurunan status pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi kategori standalone, pemerintah menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang sangat kuat dan resilien.

COLLABMEDIANET

Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK), Herman Saheruddin, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk memitigasi risiko yang mungkin muncul. Menurutnya, indikator-indikator ekonomi makro Indonesia menunjukkan performa yang stabil, sehingga gejolak pasar global tidak akan mengguncang stabilitas domestik secara drastis.

Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh di Tengah Gejolak
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Salah satu kunci utama ketahanan ini terletak pada peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Herman menekankan bahwa APBN berfungsi sebagai peredam kejut atau shock absorber yang efektif dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Dengan pengelolaan fiskal yang disiplin, pemerintah mampu menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga di pasar.

"Kementerian Keuangan berkomitmen untuk terus menjaga APBN agar tetap sehat. APBN inilah yang menjadi peredam saat terjadi guncangan. Sebagai contoh, mengapa harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tetap terkendali di tengah fluktuasi harga energi dunia? Itu semua karena beban tersebut diserap oleh APBN," ungkap Herman saat memberikan keterangan kepada media pada Kamis (22/10/2026).

Lebih lanjut, Kementerian Keuangan memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 tetap akan tumbuh positif di atas angka 5 persen. Proyeksi ini sejalan dengan target ambisius pemerintah dalam APBN 2026 yang mematok pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen. Hal ini menunjukkan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia tetap mampu menjaga momentum pertumbuhannya.

Kekuatan ekonomi Indonesia juga diakui oleh lembaga internasional. Mengutip data dari International Monetary Fund (IMF), posisi ekonomi Indonesia saat ini menempati peringkat ketujuh dunia jika diukur berdasarkan paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP). Dalam forum pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia, Indonesia bersama negara-negara ASEAN lainnya dinilai sebagai "titik terang" (bright spot) di kawasan Asia Pasifik yang mampu menunjukkan performa ekonomi yang menjanjikan.

Di sektor pasar modal, langkah-langkah reformasi yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuahkan hasil nyata. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren positif dengan ditutup di zona hijau pada perdagangan terbaru. IHSG berhasil menguat ke level 5.387,91, naik sebesar 59,54 poin atau tumbuh 1,12 persen.

Herman menambahkan bahwa kebijakan teknis seperti pengaturan free float dan penanganan High Shareholding Concentration (HSC) yang dijalankan OJK telah memberikan dampak positif terhadap struktur pasar saham yang lebih sehat dan transparan. Dengan kombinasi kebijakan fiskal yang kuat dan reformasi pasar modal yang progresif, Indonesia optimis dapat melewati berbagai tantangan ekonomi global mendatang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar