Minyak Dunia Anjlok Bursa Asia Pesta Pora

Minyak Dunia Anjlok Bursa Asia Pesta Pora

haluannews.id – Kabar gembira dari arena geopolitik global langsung mengguncang pasar finansial. Bursa saham di seluruh Asia merespons dengan euforia menyusul tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Imbasnya, harga minyak mentah dunia langsung terjun bebas, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan resolusi untuk membuka kembali Selat Hormuz yang vital.

COLLABMEDIANET

Investor di kawasan Asia tak menyembunyikan kegembiraan mereka. Indeks Kospi Korea Selatan memimpin lonjakan dengan kenaikan fantastis 5,1 persen. Tak ketinggalan, indeks Nikkei 225 Jepang turut melesat 3,6 persen, sementara indeks Topix menguat 2,6 persen. Di belahan bumi selatan, indeks S&P/ASX 200 Australia juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 1,3 persen.

Minyak Dunia Anjlok Bursa Asia Pesta Pora
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Penurunan harga minyak sangat signifikan. Kontrak berjangka minyak mentah AS untuk pengiriman Juli anjlok 4,77 persen, diperdagangkan di level US$80,83 per barel pada pukul 20.27 ET. Sementara itu, patokan internasional, kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Agustus, melorot sekitar 4 persen, mencapai US$83,77 per barel.

"Perjanjian dengan Republik Islam Iran kini telah rampung," ujar Trump melalui akun Truth Social pada Senin (15/6/2026). Ia menambahkan bahwa Selat Hormuz akan dibuka tanpa sistem tol, dan Amerika Serikat akan mengakhiri blokade maritimnya terhadap Iran. "Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian," seru Trump. "Biarkan minyak mengalir!"

Dalam unggahan berikutnya, Trump mengonfirmasi bahwa selat tersebut akan beroperasi penuh pada hari Jumat, bertepatan dengan jadwal upacara penandatanganan resmi perjanjian damai di Swiss. "Dengan dibukanya Selat Hormuz setelah penandatanganan Perjanjian pada hari Jumat, untuk tujuan pembersihan ranjau, minyak akan mengalir kembali di kedua ujungnya bagi kawasan ini, dan dunia!" tegasnya.

Sebagai informasi, Selat Hormuz adalah jalur krusial yang dilewati sekitar 20 persen pasokan minyak global. Lalu lintas kapal tanker di sana sempat lumpuh total pada awal Maret akibat serangkaian serangan dari Iran, memicu krisis pasokan minyak terbesar dalam sejarah.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang berperan sebagai mediator utama, mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah sepakat untuk menghentikan operasi militer secara permanen di semua lini, termasuk di Lebanon. "Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Amerika Serikat dan Republik Islam Iran atas komitmen mereka mencari solusi diplomatik atas konflik ini," kata Sharif. Para mediator kini akan memfasilitasi pertemuan penting minggu ini untuk meletakkan dasar bagi pembicaraan teknis dan upacara penandatanganan resmi.

Optimisme juga datang dari sektor industri. CEO perusahaan tanker minyak Frontline, Lars Barstad, menyatakan keyakinannya bahwa lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz akan pulih dengan cepat jika AS dan Iran mencapai kesepakatan yang kredibel. "Saya sebenarnya sangat optimistis bahwa begitu situasi membaik dan AS serta Iran mencapai kesepakatan, setidaknya untuk tidak menyerang kapal-kapal, lalu lintas tersebut akan segera berlanjut," ungkap Barstad kepada haluannews.id.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar