haluannews.id – Kinerja gemilang kembali ditunjukkan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Perbankan pelat merah ini berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang sangat signifikan hingga kuartal III 2026. Berdasarkan data terbaru, Bank Mandiri sukses membukukan laba bersih konsolidasi mencapai Rp45,5 triliun, melonjak sebesar 20,7% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (YoY).

Related Post
Pencapaian fantastis ini tidak datang begitu saja. Lonjakan profitabilitas tersebut didorong oleh strategi ekspansi kredit yang berbasis pada ekosistem ekonomi, peningkatan volume transaksi digital yang masif, serta produktivitas bisnis yang terus menunjukkan tren positif. Selain itu, pengelolaan risiko yang ketat dan kualitas aset yang terjaga menjadi fondasi utama dalam mendukung pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengungkapkan bahwa dari sisi intermediasi, penyaluran kredit secara bank only telah menyentuh angka Rp1.605,8 triliun per September 2026, atau tumbuh 16% secara tahunan. Kekuatan ini juga didukung oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.750,2 triliun, naik 17,7% YoY. Secara keseluruhan, total aset perseroan kini telah menembus angka Rp2.404,1 triliun.
Dukungan Nyata bagi Ekonomi Nasional
Bank Mandiri menegaskan komitmennya untuk menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Dukungan pembiayaan diberikan secara merata, mulai dari sektor pemerintah, BUMN, hingga menyentuh lapisan akar rumput seperti UMKM. Salah satu bukti nyata adalah penyaluran kredit usaha mikro non-subsidi yang kini telah menjangkau 37 provinsi di Indonesia.
Keberhasilan ini juga berdampak langsung pada kesejahteraan pemegang saham. Sepanjang tahun 2026, Bank Mandiri telah membagikan dividen total sebesar Rp50,6 triliun, termasuk dividen interim sebesar Rp6,16 triliun. Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kekuatan modal, dan pemberian imbal hasil yang kompetitif bagi investor.
Inovasi Digital dan Layanan Bullion
Di era digital, Bank Mandiri terus bertransformasi melalui aplikasi Livin’ by Mandiri yang kini telah memiliki 42,6 juta pengguna terdaftar. Aplikasi ini tidak hanya berfungsi untuk transaksi dasar, tetapi telah berkembang menjadi ekosistem finansial lengkap yang mencakup fitur menabung, pembiayaan, hingga investasi.
Salah satu inovasi terbaru yang menarik perhatian adalah pengembangan bisnis bullion atau layanan emas. Sebagai bank konvensional pertama di Indonesia yang mengantongi izin bank bullion, Bank Mandiri menawarkan kemudahan investasi emas melalui Tabungan Emas dan KSM Emas. Nasabah dapat membeli, menjual, hingga mengambil emas fisik secara praktis melalui aplikasi Livin’ atau di ratusan cabang yang tersedia.
Selain itu, untuk segmen bisnis, platform Kopra by Mandiri terus memperkuat posisinya dengan mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp22.801 triliun. Kehadiran Kopra Mobile juga memberikan fleksibilitas bagi para pelaku usaha untuk mengelola operasional perbankan mereka kapan saja dan di mana saja dengan keamanan tingkat tinggi.
Dengan kombinasi antara pertumbuhan kredit yang kuat, inovasi teknologi yang relevan, dan layanan nasabah yang semakin personal, Bank Mandiri optimis dapat terus mempertahankan performa solidnya dan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.










Tinggalkan komentar