Krakatau Steel Dibongkar Habis: Benarkah Tak Pernah Untung?

Krakatau Steel Dibongkar Habis: Benarkah Tak Pernah Untung?

Haluannews Ekonomi – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) baru-baru ini mengucurkan dana pinjaman sebesar Rp 8,28 triliun kepada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS). Langkah ini diambil setelah Danantara melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja perusahaan baja pelat merah tersebut.

COLLABMEDIANET

Managing Director, Stakeholder Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, mengungkapkan bahwa Krakatau Steel membutuhkan perbaikan menyeluruh. Menurutnya, perusahaan ini memiliki sejumlah persoalan mendasar yang menghambat profitabilitas.

Krakatau Steel Dibongkar Habis: Benarkah Tak Pernah Untung?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Bongkar habis. Nggak pernah untung. Nggak pernah bagus. Nggak pernah efisien," tegas Rohan di Jakarta, beberapa waktu lalu. Ia menambahkan bahwa investasi yang tidak tepat menjadi salah satu akar masalah Krakatau Steel.

Meskipun demikian, Rohan mengakui bahwa Krakatau Steel memiliki potensi besar sebagai industri baja terintegrasi dari hulu hingga hilir. Namun, selama ini perusahaan cenderung menjual aset-asetnya untuk menutupi kerugian.

Rohan juga menyoroti rencana penjualan pelabuhan Krakatau Steel, yang menurutnya merupakan aset strategis. "Hampir dihilang pelabuhannya," ujarnya. Padahal, pelabuhan tersebut memiliki kedalaman yang unik di Indonesia, memungkinkan kapal-kapal besar untuk bersandar.

Pinjaman Rp 8,28 triliun dari Danantara akan digunakan sebagai modal kerja untuk memperbaiki kinerja Krakatau Steel. Bantuan ini merupakan bagian dari proses restrukturisasi perusahaan.

Dalam jangka pendek, Danantara akan memberikan Pinjaman Pemegang Saham (PPS) senilai US$ 250 juta. Selanjutnya, Krakatau Steel akan mengajukan tambahan dana hingga US$ 500 juta dalam bentuk lain untuk menyelesaikan restrukturisasi setelah mencapai kesepakatan dengan pihak perbankan.

Dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan operasional utama, seperti pembelian bahan baku slab baja, hot rolled coil (HRC), cold rolled coil full hard (CRC F/H), dan produk baja turunan lainnya.

Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa pinjaman diberikan karena Krakatau Steel memiliki beban utang yang besar. "Utangnya cukup besar ya. Ini sedang kita lakukan restrukturisasi," katanya.

Untuk memastikan efektivitas penggunaan dana pinjaman, Danantara akan melakukan perbaikan komprehensif terhadap manajemen Krakatau Steel. "Kita akan inject equity, modal kerja buat mereka, tetapi untuk memastikan bahwa modal kerja ini efektif tentu kita perbaiki juga secara komprehensif manajemennya," imbuhnya.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar