haluannews.id – Sebuah angin segar berhembus bagi para pemilik unit apartemen LRT City yang telah lama menanti. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara BPI Danantara memastikan akan segera menuntaskan permasalahan pembangunan proyek hunian berbasis Transit Oriented Development TOD tersebut yang sempat terbengkalai. Penyelesaian total ditargetkan rampung pada September 2026.

Related Post
Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria, yang juga menjabat Kepala BP BUMN, menegaskan komitmen ini. Pihaknya melalui Danantara Aset Manajemen DAM berencana menyuntikkan tambahan modal untuk menutupi defisit biaya pembangunan. Pendanaan ini akan disalurkan melalui entitas induk ADCP yaitu PT Adhi Karya Persero Tbk ADHI.

"Bentuknya nanti bisa berupa ekuitas yang otomatis akan berdampak pada dilusi kepemilikan pemegang saham lain, atau bisa juga dalam skema pinjaman pemegang saham," jelas Dony saat ditemui di gedung DPR RI Jakarta pada Senin 31 Agustus 2026.
Dony menambahkan, Danantara akan segera memanggil jajaran direksi ADHI untuk membahas lebih lanjut. Keputusan terkait penyaluran dana ini, lanjutnya, akan diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham RUPS ADHI. "Kami sedang menyiapkan rencana kerja mereka karena ADHI adalah perusahaan terbuka. Setiap pemasukan dana harus melalui keputusan RUPS," ungkapnya.
Menurut Dony, masalah properti residensial ini harus segera diselesaikan demi menjamin hak-hak konsumen. "Ini akan segera dibereskan dalam bulan ini. Kami akan segera memasukkan rencana ke Adhi Karya agar proses penyelesaian rumah masyarakat bisa berjalan," tegasnya.
Pembahasan solusi tercepat untuk proyek yang terhenti ini masih terus bergulir. "Tentu nanti akan ada skema, apakah itu pemindahan unit atau opsi lainnya. Kami akan bertemu dengan Adhi Karya secara lebih rinci minggu ini. Setelah itu, kami akan langsung memproses bantuan kepada Adhi Karya untuk penyelesaian proyek ini," paparnya.
Sebagai informasi, proyek apartemen LRT City yang sebelumnya mandek ini akan menerima kucuran dana sebesar Rp456 miliar dari Danantara agar dapat dituntaskan.
Merespons kabar tersebut, manajemen PT Adhi Commuter Properti Tbk ADCP menyatakan pihaknya tengah berdiskusi intensif dengan PT Adhi Karya Persero Tbk ADHI selaku induk perusahaan dan Danantara. "Saat ini, ADCP masih merumuskan bersama ADHI dan Danantara terkait pemanfaatan dana serta prioritas proyek yang akan didanai," terang manajemen ADCP dalam keterangannya kepada haluannews.id pada Minggu 30 Agustus 2026.
ADCP memastikan bahwa pengajuan, penetapan, dan penggunaan dana akan dilakukan berlandaskan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik GCG serta regulasi yang berlaku. Putusan akhir terkait alokasi dana akan disampaikan setelah tercapai kesepakatan final. "Apabila telah mencapai kesepakatan akhir, informasi tersebut akan kami sampaikan secara transparan," ujarnya.
Sebelumnya, ADCP sempat menjelaskan penyebab terhambatnya pembangunan Apartemen LRT City di Tebet, Ciracas, dan Cibubur. Mereka mengakui perusahaan menghadapi tantangan likuiditas, pelaksanaan proses restrukturisasi, serta sejumlah manuver strategis dalam rangka menjaga kelangsungan bisnis. "Kondisi yang tengah dihadapi Perseroan saat ini, dipengaruhi oleh tekanan likuiditas, pelaksanaan proses restrukturisasi perusahaan, serta berbagai langkah strategis dalam rangka menjaga keberlangsungan usaha," kata Farid Budiyanto selaku Direktur Operasi ADCP kepada haluannews.id pada Rabu 22 Juli 2026.
ADCP berjanji akan menyelesaikan proyek secara bertahap sesuai dengan kapasitas dan situasi finansial perusahaan. Pemulihan kondisi finansial dan kinerja operasional menurut Farid tengah berjalan. Mereka juga berusaha keras agar penyerahan unit kepada konsumen bisa dilakukan sesegera mungkin. ADCP juga telah mengutarakan permohonan maaf atas keterlambatan pembangunan dan menegaskan proyek akan terus berjalan sembari memelihara transparansi komunikasi dengan konsumen.










Tinggalkan komentar