Jelang Delisting PLAS Borong Saham Rp60 Miliar

Jelang Delisting PLAS Borong Saham Rp60 Miliar

haluannews.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menetapkan tanggal akhir bagi PT Polaris Investama Tbk (PLAS) untuk tetap terdaftar di lantai bursa. Efektif pada 10 November 2026, saham PLAS akan dihapus dari pencatatan. Menanggapi keputusan krusial ini, emiten investasi tersebut segera melancarkan strategi pembelian kembali saham atau buyback dengan alokasi dana fantastis mencapai puluhan miliar rupiah.

COLLABMEDIANET

Menurut Direktur Utama PLAS, Kaheruman Nasrudinillah, aksi korporasi ini akan berlangsung selama 44 hari. Periode buyback dijadwalkan mulai 24 September 2026 pukul 09.00 WIB dan akan ditutup pada 6 November 2026 pukul 15.00 WIB. PLAS berencana mengakuisisi kembali seluruh saham publik, yakni sebanyak 1.184.200.000 lembar saham atau 100% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan nilai nominal Rp100 per saham. Saham-saham yang berhasil dibeli kembali oleh perseroan nantinya akan dicatat sebagai saham treasury.

Jelang Delisting PLAS Borong Saham Rp60 Miliar
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Harga penawaran untuk pembelian kembali saham ini ditetapkan sebesar Rp51 per lembar. Dengan demikian, total dana yang disiapkan untuk membiayai seluruh proses buyback mencapai Rp60.394.200.000.

Untuk saham tanpa warkat (scripless), proses buyback akan difasilitasi melalui BEI oleh perusahaan efek yang ditunjuk oleh PLAS. Perseroan juga akan menyediakan formulir pendaftaran khusus bagi pemegang saham kategori scripless yang ingin berpartisipasi. Tanggal penyelesaian transaksi pembelian kembali saham secara keseluruhan direncanakan pada 9 November 2026.

Khaeruman menjelaskan, tujuan utama dari buyback ini adalah untuk mengurangi jumlah pemegang saham publik hingga di bawah 50 pihak. Langkah ini menjadi krusial menjelang penghapusan pencatatan saham PLAS dari bursa.

Sebagai informasi, saham PLAS telah lama berada di level Rp50 selama lima tahun terakhir, akibat pemberlakuan suspensi. Saat ini, PLAS juga tercatat berada di papan pemantauan khusus BEI. Emiten ini pertama kali melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada 16 Maret 2001, dengan menawarkan 100 miliar saham seharga Rp200 per lembar.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar