Haluannews Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara tegas mematok target ambisius untuk merampungkan reformasi fundamental di sektor pasar modal nasional sebelum Maret 2026. Langkah strategis ini digulirkan sebagai upaya untuk memperkuat fondasi dan meningkatkan daya saing ekosistem pasar modal Indonesia di tengah dinamika ekonomi global yang kian kompetitif.

Related Post
Untuk mencapai target tersebut, OJK akan mengintensifkan serangkaian inisiatif melalui sinergi dan koordinasi yang erat. Keterlibatan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai pilar infrastruktur pasar, serta kerja sama strategis dengan MSCI, penyedia indeks pasar global terkemuka, menjadi kunci utama. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong adopsi standar internasional terbaik dalam praktik pasar modal, mulai dari aspek regulasi, operasional, hingga tata kelola.

Reformasi ini bukan sekadar perbaikan teknis, melainkan sebuah agenda besar untuk menciptakan pasar modal yang lebih efisien, transparan, dan berintegritas tinggi. Dengan demikian, diharapkan iklim investasi akan semakin kondusif, mampu menarik lebih banyak modal, baik dari investor domestik maupun asing, serta memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi para pelaku pasar. Target penyelesaian sebelum Maret 2026 menunjukkan komitmen kuat OJK untuk mewujudkan pasar modal Indonesia yang modern dan berdaya saing global dalam waktu dekat.
Informasi penting mengenai progres dan target reformasi ini sebelumnya telah diulas secara mendalam dalam program Power Lunch Haluannews.id, yang secara rutin mengupas berbagai isu krusial di sektor keuangan dan ekonomi.
Editor: Rohman








Tinggalkan komentar