Haluannews Ekonomi – Perubahan signifikan terjadi dalam struktur kepemilikan saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), memicu spekulasi dan pergerakan harga saham yang menarik perhatian pasar modal. Andry Hakim, seorang investor, kini resmi menjadi pemegang saham signifikan dengan kepemilikan di atas 5%.

Related Post
Transaksi pembelian saham oleh Andry Hakim tercatat sebanyak 109,9 juta lembar saham, dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2025. Harga per lembar saham yang disepakati adalah Rp 750, sehingga total investasi yang digelontorkan mencapai Rp 2,75 miliar. Langkah ini bertepatan dengan aksi divestasi yang dilakukan oleh Bes Trust Pte Ltd, yang melepas sebagian besar kepemilikan sahamnya di CBRE.

Bes Trust Pte Ltd menjual sebanyak 252,95 juta lembar saham CBRE, juga pada tanggal yang sama. Tujuan dari transaksi ini adalah divestasi dengan status kepemilikan saham langsung, seperti yang diungkapkan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga penjualan saham oleh Bes Trust juga dipatok pada Rp 750 per lembar.
Menariknya, harga transaksi ini jauh di bawah harga penutupan saham CBRE pada hari yang sama, yaitu Rp 1.465 per lembar. Dari penjualan saham tersebut, Bes Trust berhasil meraup dana segar sebesar Rp 189,71 miliar. Akibatnya, kepemilikan saham Bes Trust di CBRE menyusut drastis menjadi hanya 89,04 juta lembar atau setara 1,87%, dari sebelumnya 342 juta lembar atau 7,54%.
Kabar mengenai perubahan kepemilikan saham ini langsung direspon positif oleh pasar. Pada pukul 11.05 WIB, saham CBRE melonjak 20,19% ke level Rp 1.280 per lembar. Kapitalisasi pasar perusahaan pun ikut terkerek naik, mencapai Rp 6,82 triliun. Masuknya investor baru dan perubahan komposisi pemegang saham ini menjadi sentimen positif yang mendorong kinerja saham CBRE.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar