Investor Asing Serbu Saham Bank Ini Pemicunya

Investor Asing Serbu Saham Bank Ini Pemicunya

haluannews.id – Pasar modal Indonesia bergelora pada penutupan perdagangan Jumat 17 Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses melesat mendekati level psikologis 6.200, didorong performa cemerlang saham-saham perbankan. Tak hanya bank-bank raksasa, penguatan signifikan juga merata hingga ke deretan bank lapis kedua, memicu optimisme investor.

COLLABMEDIANET

Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan mayoritas saham bank kompak menghijau, bahkan banyak di antaranya melonjak lebih dari tiga persen. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) tampil sebagai bintang utama dengan kenaikan fantastis 8,91 persen atau 155 poin, mencapai Rp1.895 per saham. Diikuti ketat oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang melesat 4,55 persen ke Rp2.990 per saham.

Investor Asing Serbu Saham Bank Ini Pemicunya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Bank-bank besar lainnya juga tak ketinggalan dalam pesta cuan ini. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terbang 4,42 persen menyentuh Rp6.500 per saham, sementara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menguat 4,13 persen ke Rp1.260 per saham. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turut berkontribusi dengan kenaikan masing-masing 3,71 persen ke Rp4.470 dan 3,14 persen ke Rp3.610 per saham.

Fenomena positif ini juga menjalar ke bank swasta dan bank lapis kedua. PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) naik 3,37 persen, PT Bank Permata Tbk (BNLI) menguat 2,14 persen, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) bertambah 1,89 persen. Bahkan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) masing-masing mencatat kenaikan 1,18 persen dan 1,06 persen.

Reli sektor perbankan ini menjadi bahan bakar utama yang mengangkat IHSG. Indeks tercatat melonjak 1,32 persen atau 80 poin ke level 6.188,33. Pergerakan IHSG hari itu sempat dibuka di zona merah, namun dengan cepat berbalik arah menunjukkan kekuatan pasar yang luar biasa. Sepanjang hari, IHSG bergerak dalam rentang 6.079,32 hingga 6.188,33.

Total nilai transaksi perdagangan mencapai Rp9,72 triliun, melibatkan 19,72 miliar saham dalam 1,48 juta kali transaksi. Sebanyak 329 saham menguat, 266 melemah, dan 187 lainnya stagnan. Sektor finansial dan energi menjadi penopang utama indeks, di tengah beberapa sektor lain yang masih tertekan. Empat bank jumbo, yakni BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI, secara kolektif menyumbang lebih dari 50 poin terhadap kenaikan IHSG.

Menariknya, pergerakan saham bank-bank besar sempat lesu di awal sesi perdagangan. Namun, tak lama setelah itu, investor asing masuk dengan agresif memborong saham-saham tersebut sehingga memicu lonjakan harga. Data Stockbit Sekuritas menunjukkan investor asing membukukan net buy signifikan pada BBCA senilai Rp367,30 miliar, BMRI Rp198,05 miliar, dan BBRI Rp163,21 miliar. Ketiga saham ini mendominasi daftar pembelian bersih asing di seluruh pasar.

Di sisi lain, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi satu-satunya pemberat laju indeks dengan penurunan 3,94 persen, meskipun hanya dengan volume transaksi satu lot.

Sentimen positif yang menggerakkan pasar datang dari berbagai arah. Dari kancah global, data makroekonomi Amerika Serikat seperti pasar tenaga kerja dan konsumsi ritel mengonfirmasi ketahanan ekonomi Negeri Paman Sam. Sementara di dalam negeri, realisasi investasi semester I-2026 yang mencetak rekor Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan memberikan angin segar. Peresmian proyek gas raksasa Lapangan Abadi Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis 16 Juli 2026 juga menambah daftar sentimen positif yang mendorong pasar.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar