Haluannews Ekonomi – Proyek waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi yang digagas Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) ternyata memantik minat besar dari investor asing. CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan antusiasme para pemilik teknologi dan pengalaman di sektor energi hijau ini.

Related Post
Saat ditemui di Jakarta, Rosan menjelaskan bahwa proses pendaftaran telah dibuka dan hingga kini tercatat 107 pendaftar, dengan komposisi 53 dari dalam negeri dan 54 dari luar negeri. Pihaknya juga membuka peluang kerjasama dengan sektor swasta yang memiliki teknologi serupa, bahkan membentuk konsorsium.

Meskipun Rosan enggan merinci nama-nama perusahaan yang berminat, ia menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan besar dari berbagai negara, termasuk Jepang, China, Belanda, Jerman, dan Singapura, turut serta dalam proyek ini. Mereka adalah pemain besar di sektor energi di negara masing-masing.
Proses pemilihan investor akan dilakukan secara transparan, dengan target pembangunan selesai dalam waktu dua tahun. Proyek ambisius ini membutuhkan investasi sebesar Rp 91 triliun dan rencananya akan dilaksanakan di 33 kota di seluruh Indonesia. Tahap awal akan difokuskan di 10 kota besar seperti Tangerang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, dan Makassar.
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ini memiliki kapasitas pengolahan 1.000 ton sampah per hari. Pemilihan lokasi PSEL akan mempertimbangkan ketersediaan air, lahan, dan faktor-faktor lain selain volume sampah.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar