IHSG Terkoreksi! Saham Konglomerat Kembali Jadi Beban?

IHSG Terkoreksi! Saham Konglomerat Kembali Jadi Beban?

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tren penurunan pada sesi I perdagangan hari ini, Rabu (15/10/2025), melanjutkan pola yang serupa dengan hari sebelumnya. Indeks terpantau melemah 0,4% dan parkir di level 8.034,65, setelah sempat dibuka menguat 0,51% di awal sesi.

COLLABMEDIANET

Pergerakan pasar siang ini diwarnai dengan 467 saham yang mengalami penurunan, sementara 245 saham berhasil mencatatkan kenaikan, dan 244 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 14,6 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 19,16 miliar saham dalam 1,62 juta kali transaksi.

IHSG Terkoreksi! Saham Konglomerat Kembali Jadi Beban?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sektor teknologi menjadi kontributor utama pelemahan IHSG dengan koreksi sebesar 1,8%. Sektor utilitas dan bahan baku juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 1,77% dan 1,26%.

Tekanan jual masih menghantui sejumlah saham milik konglomerat. Saham Multipolar Technology (MLPT) milik Grup Lippo anjlok 9,55% dan memberikan kontribusi negatif sebesar 8,14 poin terhadap penurunan IHSG.

Saham-saham milik Prajogo Pangestu, seperti Barito Renewables Energy (BREN), Barito Pacific (BRPT), dan Chandra Asri Pasific (TPIA), juga melanjutkan koreksi dan masuk dalam daftar 10 saham yang menjadi pemberat utama IHSG. Selain itu, saham BBRI juga menjadi beban terbesar dengan kontribusi negatif sebesar 8.26 poin.

Dua emiten milik Haji Isam, yakni Jhonlin Agro Raya (JARR) dan Pradiksi Gunatama (PGUN), turut menjadi pemberat indeks setelah sebelumnya mencatatkan kenaikan signifikan dalam enam bulan terakhir.

Sentimen pasar global saat ini tengah bergejolak akibat kombinasi kebijakan proteksionisme baru AS, proyeksi ekonomi terbaru dari IMF, pidato Ketua The Fed, serta ekspektasi terhadap inflasi China. Faktor-faktor ini akan menjadi penentu arah pasar keuangan global, termasuk bagi rupiah dan IHSG. Dari dalam negeri, rencana insentif pajak diharapkan dapat menopang pergerakan IHSG.

Ketua The Fed, Jerome Powell, mengindikasikan bahwa bank sentral AS sudah mendekati tahap penghentian pengurangan kepemilikan obligasi (balance sheet runoff), namun tidak memberikan petunjuk jangka panjang mengenai arah suku bunga. Powell juga memberikan sinyal kemungkinan penurunan suku bunga tambahan dalam waktu dekat.

Meskipun isu neraca keuangan sering dianggap sebagai detail teknis, Powell menegaskan bahwa hal tersebut sangat berpengaruh terhadap pasar keuangan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar