IHSG Terjun Bebas Dihantam Jual Asing, 2 Emiten Ini Bawa Harapan?

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (24/04) dengan performa kurang memuaskan, anjlok 2,16% ke posisi 7.378,61. Tekanan jual yang masif dari investor asing menjadi salah satu pemicu utama, dengan total nilai jual bersih mencapai Rp1,36 triliun di pasar reguler dan Rp978,65 miliar di seluruh bursa. Meskipun demikian, di tengah lautan merah, beberapa saham seperti ENRG, MEDC, dan ESSA berhasil mencatatkan kenaikan signifikan, sementara DSSA, BREN, dan BBRI menjadi beban utama yang menyeret indeks.

COLLABMEDIANET

Secara sektoral, kondisi pasar mencerminkan pesimisme yang mendalam, di mana 10 dari 11 sektor mengalami koreksi. Sektor konsumer siklikal menjadi yang paling terpukul, menunjukkan kerentanan terhadap gejolak ekonomi. Di sisi lain, sektor transportasi menjadi satu-satunya yang mampu bertahan dan mencatatkan penguatan.

IHSG Terjun Bebas Dihantam Jual Asing, 2 Emiten Ini Bawa Harapan?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sentimen negatif ini tidak terlepas dari dinamika global. Indeks-indeks utama Wall Street seperti Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq kompak melemah. Bahkan, kabar mengenai perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump gagal membangkitkan optimisme, tercermin dari pelemahan ETF EIDO dan indeks MSCI Indonesia.

Namun, di tengah kelesuan pasar, beberapa emiten justru menunjukkan sinyal positif. PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang kawasan industri GIIC Kota Deltamas, berhasil membukukan pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp561,43 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini menandai peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya dan telah mencapai 26,99% dari target tahunan sebesar Rp2,08 triliun. Kinerja impresif ini didorong oleh kuatnya permintaan lahan industri, terutama dari sektor teknologi, dengan pusat data (data center) menyumbang lebih dari separuh total penjualan. Analis Haluannews.id mencatat, pergerakan saham DMAS dalam jangka pendek diperkirakan masih akan berada dalam fase konsolidasi di rentang harga Rp135–143.

Emiten lain yang juga menjadi sorotan adalah PT Astra International Tbk (ASII). Meskipun laba bersih tahun buku 2025 tercatat sedikit menurun menjadi Rp32,76 triliun dari Rp33,90 triliun di tahun sebelumnya, serta pendapatan dan laba per saham yang terkoreksi tipis, ASII tetap berkomitmen membagikan dividen tunai yang menarik. Perusahaan telah menetapkan total dividen sebesar Rp15,66 triliun atau setara Rp390 per saham. Angka ini mencakup dividen interim Rp98 per saham dan dividen final Rp292 per saham, dengan rasio pembayaran dividen mencapai 47,81% dari laba bersih. Pembayaran dividen final dijadwalkan pada 25 Mei mendatang, memberikan potensi imbal hasil bagi para pemegang saham.

Sebagai catatan penting, seluruh analisis dan informasi yang disajikan dalam artikel Haluannews.id ini bersifat edukatif dan informatif semata, bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk melakukan aksi beli atau jual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu investor, disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan finansial masing-masing. Berinvestasilah dengan bijak dan pertimbangkan matang-matang.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar