IHSG Terjun Bebas! Bos Danantara Bocorkan Strategi Cuan di Tengah Badai Pasar

IHSG Terjun Bebas! Bos Danantara Bocorkan Strategi Cuan di Tengah Badai Pasar

Haluannews Ekonomi – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok dalam pada perdagangan Senin (2/2/2026). Indeks utama bursa saham Indonesia ini anjlok 4,88% atau 406,88 poin, mengakhiri hari di level 7.922,72. Dengan penurunan signifikan ini, IHSG telah terkoreksi 9,44% sepanjang tahun berjalan, dengan tekanan paling mendalam terjadi dalam lima hari terakhir. Namun, di tengah gejolak pasar yang mendera, CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, menyatakan keyakinannya yang kuat bahwa IHSG akan pulih dengan cepat.

COLLABMEDIANET

Rosan Roeslani, saat ditemui di sela-sela Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, menegaskan bahwa fundamental perusahaan-perusahaan di Indonesia sangat solid dan tangguh. "Fundamental perusahaan kita sangat baik, sangat kuat, jadi kami yakini akan kembali pulih dengan cepat," ujarnya optimis, menepis kekhawatiran akan koreksi pasar yang berkepanjangan.

IHSG Terjun Bebas! Bos Danantara Bocorkan Strategi Cuan di Tengah Badai Pasar
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Secara terpisah, Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa tekanan pada IHSG sebagian besar dipicu oleh pengumuman penyesuaian kebijakan free float oleh MSCI. Menurutnya, secara keseluruhan, aktivitas perdagangan di pasar modal memang menunjukkan penurunan.

Namun, Pandu menambahkan, ada fenomena menarik di mana saham-saham dengan fundamental kuat justru banyak diburu oleh investor asing di pertengahan sesi perdagangan. "Jika kita lihat, saham-saham berfundamental justru mengalami net buy dan menunjukkan kinerja positif. Ini menarik, seperti yang kami diskusikan kemarin, tren ini mulai terlihat," kata Pandu saat dijumpai di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebaliknya, saham-saham yang dikenal sebagai ‘saham gorengan’ atau memiliki valuasi tinggi dan likuiditas yang tidak didukung fundamental, mengalami koreksi signifikan. "Memang banyak investor ritel menyadari bahwa saham-saham yang sebelumnya saya sebut ‘uninvestability’ atau memiliki valuasi sangat tinggi kini terkoreksi," jelasnya, menyoroti pergeseran fokus investor.

Pandu Sjahrir menekankan bahwa gejolak pasar yang terjadi saat ini tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Ia justru melihat peluang di balik koreksi ini. "Bagi saham-saham yang memiliki valuasi, fundamental, dan likuiditas yang baik, ini mungkin saat yang tepat untuk membeli," pungkasnya, memberikan sinyal bagi investor cerdas untuk memanfaatkan momentum.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar