IHSG Terjun Bebas! Ada Apa dengan Pasar Saham?

IHSG Terjun Bebas! Ada Apa dengan Pasar Saham?

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam pada perdagangan hari ini, Jumat (17/10/2025), dengan penurunan mencapai 3,22% hingga menyentuh level 7.863,32 pada pukul 14.48 WIB. Padahal, di awal sesi perdagangan, IHSG sempat menunjukkan sinyal positif dengan kenaikan tipis 0,10% ke level 8.132,75.

COLLABMEDIANET

Menanggapi gejolak ini, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa pergerakan IHSG sepenuhnya merupakan cerminan dinamika pasar. Ketika didesak mengenai faktor-faktor spesifik yang memicu penurunan, Jeffrey mengarahkan pertanyaan tersebut kepada para analis pasar.

IHSG Terjun Bebas! Ada Apa dengan Pasar Saham?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, sempat melontarkan candaan terkait performa IHSG yang dibuka dengan zona merah. Ia berharap agar indeks dapat kembali menghijau setelah acara tersebut, mengingat kehadiran para emiten dan Manajer Investasi (MI).

Sebelumnya, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengidentifikasi kebijakan ekonomi global dari Amerika Serikat (AS) dan ketegangan perdagangan AS-China sebagai sentimen utama yang membebani IHSG. Isu government shutdown di AS dan tensi perdagangan yang meningkat antara kedua negara adidaya tersebut turut memperkeruh suasana pasar.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap potensi penurunan Fed Rate pada akhir Oktober juga menjadi perhatian. Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati rilis data investasi kuartal III tahun 2025 yang diperkirakan mengalami kontraksi, yang berpotensi mempengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menambahkan bahwa sentimen pasar saham Indonesia juga terpengaruh oleh kekhawatiran di sektor perbankan AS. Eskalasi tensi dagang China-AS semakin memperburuk sentimen negatif. Meskipun kekhawatiran terhadap sektor perbankan dapat mereda jika tidak ada perkembangan lebih lanjut, tensi dagang China-AS masih menjadi perhatian, dengan harapan pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Trump pada akhir bulan ini dapat memberikan solusi.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar