IHSG Terbang Tinggi Saham Ini Jadi Primadona

IHSG Terbang Tinggi Saham Ini Jadi Primadona

haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG menunjukkan performa gemilang pada penutupan perdagangan Senin 15 Juni. Pasar saham domestik melonjak tajam sebesar 412 persen mengakhiri sesi di level 625497 sebuah pencapaian yang memicu optimisme investor. Kenaikan signifikan ini terutama didorong oleh kinerja cemerlang saham-saham perbankan raksasa. PT Bank Central Asia Tbk BBCA melesat 591 persen PT Bank Mandiri Tbk BMRI menguat 714 persen dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk BBRI tidak ketinggalan dengan kenaikan 491 persen.

COLLABMEDIANET

Meskipun demikian tidak semua saham ikut menikmati pesta hijau. Beberapa emiten justru menjadi pemberat laju indeks seperti PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk SRAJ PT Sinar Mas Multiartha Tbk SMMA dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk AADI. Di tengah euforia kenaikan investor asing justru membukukan aksi jual bersih senilai Rp10713 miliar di pasar reguler dan total Rp10586 miliar di seluruh pasar. Secara sektoral dominasi penguatan terlihat jelas dengan 10 dari 11 sektor ditutup positif. Sektor bahan baku memimpin dengan lonjakan 726 persen sementara sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang melemah tipis 067 persen.

IHSG Terbang Tinggi Saham Ini Jadi Primadona
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pergerakan pasar global juga memberikan nuansa tersendiri. Indeks saham utama Amerika Serikat menunjukkan hasil yang bervariasi. Dow Jones menguat 064 persen ke 51999 namun S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi masing-masing 057 persen dan 115 persen. Pelaku pasar hari ini diperkirakan akan terus memantau keberlanjutan momentum penguatan IHSG seraya mencermati dinamika aksi jual investor asing serta pergerakan nilai tukar rupiah dan imbal hasil Surat Berharga Negara SBN.

Dari ranah korporasi PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk PANI tengah bersiap melancarkan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu PMTHMETD tahap IV. Perseroan akan menerbitkan 7247 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp6875 per saham berpotensi meraup dana segar sekitar Rp49827 miliar. Seluruh saham baru ini akan diserap oleh PT Victoria Jaya Abadi dan Providentia Wealth Management Ltd dua entitas yang tidak terafiliasi dengan PANI. Setelah aksi korporasi ini jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh PANI akan meningkat menjadi 1819 miliar saham dengan modal disetor Rp182 triliun. Hasil pelaksanaan PMTHMETD IV dijadwalkan akan diumumkan pada 25 Juni mendatang.

Sementara itu PT Saranacentral Bajatama Tbk BAJA juga merencanakan penawaran umum terbatas I melalui penerbitan 900 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham. Jika seluruh saham terserap perseroan berpotensi menghimpun dana sebesar Rp450 miliar. Mayoritas dana sekitar 9896 persen setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan untuk melunasi kewajiban kepada PT Sarana Steel termasuk pokok utang sebesar US$2060 juta atau setara Rp31757 miliar dan bunga terakumulasi Rp12777 miliar. Sisa dana sekitar 104 persen akan digunakan sebagai modal kerja khususnya untuk pembelian bahan baku. Dengan rasio HMETD 2:1 setiap pemegang dua saham lama yang tercatat pada 27 Agustus berhak memperoleh satu HMETD. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi hingga 3333 persen. PT Sarana Steel dan Ibnu Susanto akan bertindak sebagai pembeli siaga untuk saham yang tidak diambil. Periode perdagangan HMETD dijadwalkan pada 31 Agustus hingga 4 September.

Di sisi lain PT Puradelta Lestari Tbk DMAS telah menetapkan dividen tunai final untuk tahun buku 2025 sebesar Rp1650 per saham atau total Rp795 miliar. Angka ini merepresentasikan rasio pembagian dividen yang sangat tinggi yakni 9934 persen dari laba bersih perseroan sebuah keputusan yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan RUPST pada 15 Juni. Meskipun DMAS mencatat penurunan pendapatan sebesar 3559 persen menjadi Rp131 triliun pada 2025 dari Rp203 triliun tahun sebelumnya dan laba bersih juga turun 3997 persen menjadi Rp800 miliar dari Rp133 triliun pada 2024 dividen yang dibagikan tetap menarik. Dengan harga penutupan saham DMAS pada 15 Juni di Rp156 per saham dividend yield perseroan tercatat sekitar 1058 persen. Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 24 Juni dengan pembayaran dividen pada 9 Juli.

Informasi dan analisis yang disajikan dalam artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Bijaklah dalam berinvestasi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar