IHSG Meroket! Sentuh 7.800, Saham Bank Jadi Pahlawan

IHSG Meroket! Sentuh 7.800, Saham Bank Jadi Pahlawan

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan sebesar 2,44% pada Selasa (12/8/2025), menembus level 7.791,7. Pergerakan indeks sepanjang hari berada di kisaran 7.646,91 hingga 7.800,83. Lonjakan ini diiringi dengan nilai transaksi yang mencapai Rp 19,3 triliun, melibatkan 29,13 miliar saham dalam 2,21 juta kali transaksi. Dari 856 saham yang diperdagangkan, 406 saham mencatatkan kenaikan, 264 saham melemah, dan sisanya stagnan.

COLLABMEDIANET

Sektor teknologi menjadi bintang lapangan, memimpin kenaikan dengan pertumbuhan 6,85%. Sektor utilitas dan finansial juga mencatatkan kinerja positif, masing-masing naik 3,62% dan 3,49%. Kenaikan IHSG didorong oleh sejumlah saham unggulan, terutama dari sektor perbankan. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi kontributor utama, menyumbang 39,55 poin indeks dengan kenaikan harga saham sebesar 6,3% ke level 4.050 dan nilai transaksi mencapai Rp 1,61 triliun.

IHSG Meroket! Sentuh 7.800, Saham Bank Jadi Pahlawan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

DCI Indonesia (DCII) juga turut berkontribusi signifikan, mencapai auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 10% dan menyumbang 27,23 poin indeks. Telkom Indonesia (TLKM) juga memberikan andil positif dengan kenaikan 6,35% dan sumbangan 21,65 poin indeks. Selain BBRI, bank jumbo lainnya seperti Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) juga ikut mendorong penguatan IHSG, masing-masing menyumbang 16,63 poin dan 5,69 poin indeks.

Penguatan IHSG ini sejalan dengan masuknya kembali aliran dana asing. Haluannews.id mencatat net buy asing mencapai Rp 849,85 miliar pada hari sebelumnya. Tren positif ini berlanjut dari pekan sebelumnya, menandai perubahan signifikan setelah periode net sell sebelumnya. Optimisme terhadap berlanjutnya aksi beli asing diperkuat oleh survei Bank of America (BofA) yang menunjukkan 37% manajer investasi global meningkatkan porsi investasi di saham pasar negara berkembang, level tertinggi sejak Februari 2023. Hal ini didorong oleh prospek ekonomi Tiongkok yang positif dan pelemahan dolar AS. Elyas Galou, investment strategist BofA, menyebut kombinasi optimisme ekonomi Tiongkok dan sentimen bearish terhadap dolar AS sebagai katalis kuat bagi pasar negara berkembang.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar