IHSG Meroket di Tengah Badai Geopolitik Dunia

IHSG Meroket di Tengah Badai Geopolitik Dunia

haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG secara mengejutkan melaju kencang di awal perdagangan Jumat 10 Juli 2026. Mampu menepis bayang-bayang sentimen global yang membebani, IHSG berhasil melonjak 2982 poin atau setara 050 persen menuju level 594226. Kinerja impresif ini terjadi di tengah dominasi aksi beli yang membuat sepertiga emiten bergerak di zona hijau.

COLLABMEDIANET

Data Bursa Efek Indonesia BEI menunjukkan pada pembukaan pukul 0900 WIB sebanyak 306 saham menguat sementara hanya 90 saham yang melemah dan 569 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp2726 miliar melibatkan 3601 juta saham dalam 1503 ribu kali transaksi. Angka ini menggambarkan optimisme investor yang berani mengambil risiko di tengah ketidakpastian.

IHSG Meroket di Tengah Badai Geopolitik Dunia
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Meski demikian pergerakan IHSG hari ini diprediksi akan tetap fluktuatif. Eskalasi konflik di Timur Tengah yang kembali memanas terus menjadi sorotan utama. Selain itu alarm dari Dana Moneter Internasional IMF terkait peningkatan risiko ekonomi global serta bayang-bayang suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama masih menjadi perhatian serius para pelaku pasar.

Di sisi lain terkikisnya kekuatan dolar Amerika Serikat AS berpotensi menjadi angin segar bagi nilai tukar rupiah. Dari dalam negeri fokus investor beralih pada peluncuran mandatori biodiesel B50 oleh Presiden Prabowo Subianto yang diharapkan dapat memberikan dorongan positif. Bank Indonesia BI juga melaporkan penjualan ritel masih terkontraksi secara bulanan namun menunjukkan sinyal pemulihan dibandingkan periode sebelumnya.

Pelaku pasar global juga mengamati rilis data ekonomi AS yang menunjukkan angka klaim tunjangan pengangguran tetap stabil di level rendah. Federal Reserve pun mengambil inisiatif dengan membentuk sejumlah tim khusus untuk mengevaluasi arah kebijakan moneter ke depan sebuah langkah yang dinanti-nanti pasar.

Sementara itu bursa Asia sebagian besar bergerak di zona hijau pada perdagangan pagi ini. Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan fantastis dengan kenaikan 458 persen disusul Nikkei Jepang yang melonjak 211 persen. NZX 50 Selandia Baru menguat 088 persen Shenzhen Composite bertambah 071 persen FTSE Bursa Malaysia naik 069 persen Hang Seng Hong Kong menguat 050 persen SGX China Growth naik 049 persen ASX 200 Australia menguat 032 persen dan Shanghai Composite naik 025 persen. Hanya Straits Times Singapura yang turun 020 persen dan Taiex Taiwan melemah 083 persen. Penguatan mayoritas bursa Asia ini terjadi di tengah meredanya kecemasan pasar akan lonjakan harga minyak mentah meskipun perkembangan konflik di Timur Tengah tetap menjadi perhatian utama.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar