haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka pekan perdagangan Senin 10 Agustus 2026 dengan performa yang mengesankan. Pada pukul 09.00 WIB, pasar saham domestik melonjak ke level 6.440,59, menunjukkan apresiasi sebesar 0,48% dibandingkan penutupan sebelumnya. Aktivitas jual beli di lantai bursa cukup ramai, mencatatkan nilai transaksi fantastis mencapai Rp 156,53 miliar. Sebanyak 294,43 juta saham berpindah tangan dalam 39.304 kali transaksi. Mayoritas saham menunjukkan tren positif, dengan 308 emiten menguat, sementara 57 saham melemah, dan 307 lainnya stagnan.

Related Post
Pekan ini menjadi periode krusial bagi pasar keuangan Indonesia. Perhatian utama para pelaku pasar tertuju pada serangkaian data ekonomi penting, baik dari dalam maupun luar negeri. Dari Amerika Serikat, rilis data inflasi, harga produsen, dan penjualan ritel akan menjadi penentu ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) dijadwalkan merilis hasil Survei Konsumen bulan Juli dan Survei Penjualan Eceran bulan Juni, yang akan memberikan gambaran jelas mengenai daya beli masyarakat Tanah Air. Puncak agenda domestik akan terjadi pada Jumat, saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan serta menyerahkan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

Di tengah sorotan global yang terpusat di AS, bursa saham Asia-Pasifik turut menunjukkan geliat positif pada Senin pagi. Investor memantau ketat perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, serta prospek kebijakan moneter The Fed. Melansir haluannews.id, Indeks Nikkei 225 Jepang melesat lebih dari 0,54%, diikuti oleh Topix yang bergerak sedikit lebih tinggi. Di Korea Selatan, Indeks Kospi menguat 0,53%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq melonjak 1,48%. Indeks acuan Australia S&P/ASX 200 juga tercatat naik 0,54%.
Sentimen pasar sempat terangkat oleh harapan kesepakatan antara AS dan Iran yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global. Namun, optimisme tersebut memudar setelah Iran pada akhir pekan membantah adanya negosiasi langsung dengan AS terkait pembukaan jalur pelayaran tersebut. Meredanya harapan ini segera memicu lonjakan harga minyak mentah. Kontrak West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 1% menjadi sedikit di atas US$79 per barel pada Minggu 9 Agustus 2026. Pergerakan harga minyak ini menjadi perhatian serius pasar, mengingat gangguan di Selat Hormuz dapat memengaruhi pasokan energi global secara signifikan.










Tinggalkan komentar