IHSG Melaju Kencang di Akhir Pekan

IHSG Melaju Kencang di Akhir Pekan

haluannews.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang sangat impresif menjelang penutupan pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan pada Jumat (9/10/2026) dengan catatan positif yang signifikan, mengakhiri sesi dengan penguatan sebesar 1,04 persen ke level 6.093,76.

COLLABMEDIANET

Perjalanan indeks sepanjang hari perdagangan berlangsung cukup dramatis dan penuh dinamika. Sejak pembukaan pasar, IHSG sudah menunjukkan geliat positif di level 6.039,01. Namun, sempat terjadi tekanan jual yang cukup kuat yang sempat menyeret indeks hingga menyentuh level psikologis terendah di angka 5.995,82. Meski sempat berada di zona merah, kepercayaan investor kembali pulih dengan cepat, mendorong indeks untuk melakukan rebound hingga menyentuh puncak tertinggi di level 6.100,58 sebelum akhirnya mendarat di zona hijau.

IHSG Melaju Kencang di Akhir Pekan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Aktivitas transaksi di bursa juga terlihat sangat bergairah. Tercatat volume perdagangan mencapai 353,12 juta lot saham dengan nilai transaksi yang menembus angka Rp8,44 triliun. Kekuatan penggerak indeks hari ini didukung oleh dominasi saham-saham yang menguat, yakni sebanyak 407 emiten, sementara hanya 245 saham yang bergerak melemah dan 311 saham lainnya cenderung stagnan.

Berdasarkan data pasar, sektor industri menjadi motor utama penggerak IHSG dengan kenaikan mencapai 2,1 persen. Disusul oleh sektor material dasar yang tumbuh 1,7 persen, serta sektor konsumsi non-kritis yang naik 1 persen. Beberapa saham "raksasa" yang menjadi tulang punggung penguatan ini antara lain adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).

Di sisi lain, terdapat beberapa emiten yang justru memberikan tekanan pada indeks, seperti PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS), PT Timah (Persero) Tbk. (TINS), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), dan PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG).

Sentimen global turut mewarnai pergerakan pasar. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait pernyataan Donald Trump mengenai Iran, menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada harga minyak dunia. Harga minyak Brent bahkan sempat melonjak hingga menembus US$104 per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan. Selain itu, peringatan dari IMF mengenai potensi harga energi yang tetap tinggi hingga tahun 2027 menambah kewaspadaan para investor.

Di dalam negeri, fokus pasar kini tertuju pada data penjualan ritel untuk mengukur sejauh mana daya beli masyarakat dapat menopang pemulihan ekonomi. Meskipun Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menunjukkan angka optimistis di atas 100, sedikit penurunan dari bulan sebelumnya menjadi sinyal bagi pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap dinamika konsumsi domestik ke depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar