IHSG Goyang Meski Asing Masuk Ini Biang Keroknya

IHSG Goyang Meski Asing Masuk Ini Biang Keroknya

haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG menunjukkan pergerakan yang cenderung berayun dalam sebulan terakhir. Fenomena ini menarik perhatian lantaran terjadi di tengah kembalinya arus modal asing ke pasar modal Tanah Air. Para analis pasar pun mencoba mengurai berbagai faktor di balik fluktuasi yang membingungkan para investor ini.

COLLABMEDIANET

Herditya, seorang analis dari MNC Sekuritas, menyoroti bahwa volatilitas pasar dipicu oleh beragam sentimen. Salah satunya adalah gejolak harga komoditas global, seperti minyak mentah dan emas, yang secara langsung memengaruhi pergerakan saham-saham emiten terkait. Selain itu, lonjakan harga komoditas lunak juga diperkirakan akan berdampak signifikan pada emiten di sektor konsumer. Ia menambahkan, para pelaku pasar juga masih menanti kejelasan arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat The Fed. Apakah The Fed akan tetap mempertahankan sikap agresifnya atau melonggarkan suku bunga, mengingat eskalasi konflik di Timur Tengah telah memicu kenaikan harga energi yang berpotensi mendongkrak inflasi di AS dan dunia.

IHSG Goyang Meski Asing Masuk Ini Biang Keroknya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Senada dengan pandangan tersebut, Maximilianus Nicodemus, Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, mengungkapkan bahwa pasar modal Indonesia masih berada dalam tekanan. Secara historis, bulan September kerap menjadi periode koreksi bagi IHSG. Dalam satu dekade terakhir, IHSG tercatat melemah rata-rata 0,76% dengan probabilitas koreksi mencapai 60%. Berbagai faktor eksternal turut membatasi ruang gerak IHSG, mulai dari konflik berkelanjutan antara Amerika Serikat dan Iran, kenaikan harga minyak, inflasi di AS yang kembali membengkak, potensi kenaikan suku bunga The Fed dan bank sentral global lainnya, hingga proyeksi penurunan investasi dan kredit yang berujung pada perlambatan ekonomi.

Namun, dari sisi teknikal, Maximilianus melihat adanya potensi penguatan IHSG pada bulan ini. Hal ini didasari oleh tren kenaikan konsisten yang terjadi sebelumnya. Meskipun sempat mengalami koreksi, level support penting IHSG tidak berhasil ditembus. Ia memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 6.640 hingga 6.730.

Ivan Rosanova, analis dari Binaartha Sekuritas, menilai bahwa fluktuasi pergerakan IHSG adalah hal yang wajar. Ini terjadi di tengah perpaduan sentimen positif dan negatif dalam jangka pendek, terutama pasca-pemulihan awal setelah pasar mengalami tekanan hebat dari pertengahan April hingga awal Juni 2026. Menurutnya, aksi akumulasi yang dilakukan oleh pelaku pasar masih diwarnai dengan kegiatan ambil untung oleh para trader yang belum sepenuhnya yakin akan adanya tren kenaikan yang kuat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Lukman Leong, analis mata uang DOO Financial Futures, berpendapat bahwa sentimen IHSG pada bulan ini masih cukup positif, terutama dengan kembali masuknya aliran dana asing. Namun, volatilitas yang tinggi memang tak terhindarkan. Ini disebabkan oleh rotasi sektor yang dilakukan investor serta respons cepat mereka terhadap berbagai sentimen yang muncul. Faktor-faktor krusial yang perlu dicermati antara lain ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, pergerakan imbal hasil obligasi AS US Treasury dan nilai tukar dolar AS, kondisi geopolitik, harga komoditas, serta tentu saja sentimen domestik seperti kebijakan fiskal pemerintah, nilai tukar rupiah, dan kinerja emiten.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar