Harga Minyak Dunia Anjlok Drastis Ada Apa

Harga Minyak Dunia Anjlok Drastis Ada Apa

haluannews.id – Pasar minyak global dikejutkan dengan penurunan harga yang signifikan pada akhir pekan, Jumat (26/6/2026). Sentimen positif terkait meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi pemicu utama amblesnya harga komoditas energi ini. Data terbaru menunjukkan minyak Brent merosot 1,04% menjadi US$74,48 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ikut anjlok 0,93% ke level US$71,25 per barel. Penurunan ini merupakan kelanjutan dari tren pelemahan tajam sepanjang minggu, di mana Brent telah terkoreksi sekitar 7,6% dan WTI sekitar 7% dari penutupan pekan sebelumnya.

COLLABMEDIANET

Anjloknya harga minyak ini menghapus hampir seluruh kenaikan yang sempat terjadi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah beberapa waktu lalu. Para pelaku pasar kini lebih memfokuskan perhatian pada kelancaran arus pengiriman minyak, khususnya melalui Selat Hormuz yang vital. Laporan perdagangan mengindikasikan volume pengiriman minyak di jalur strategis tersebut telah meningkat ke level tertinggi sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran pada Februari lalu. Kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku turut membuka kembali jalur pelayaran, sehingga kekhawatiran akan terhambatnya pasokan minyak global kini mulai mereda.

Harga Minyak Dunia Anjlok Drastis Ada Apa
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Meskipun demikian, kondisi pasar belum sepenuhnya stabil. Jumlah kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz masih jauh di bawah rata-rata harian sebelum konflik, yang mencapai sekitar 125 kapal. Ini mengindikasikan bahwa meskipun pemulihan mulai terlihat, aktivitas distribusi minyak global belum kembali normal sepenuhnya.

Di sisi lain, risiko geopolitik masih menjadi bayang-bayang yang berpotensi memicu gejolak harga. Pada Kamis lalu, sebuah kapal kargo dilaporkan menjadi sasaran proyektil tak dikenal di perairan dekat Oman. Insiden ini sempat memicu lonjakan harga minyak lebih dari 2% karena Organisasi Maritim PBB sempat menghentikan skema evakuasi sukarela. Dua pejabat AS menuding Iran sebagai pihak yang menembak kapal di Selat Hormuz, namun otoritas Iran membantah dan menyatakan keamanan kapal di luar jalur resmi Hormuz tidak dapat dijamin.

Situasi ini menciptakan dilema di pasar. Di satu sisi, jalur ekspor minyak semakin terbuka, mengurangi kekhawatiran pasokan. Namun, di sisi lain, setiap insiden keamanan di sekitar Selat Hormuz berpotensi menghidupkan kembali premi risiko geopolitik, terutama jika mengganggu lalu lintas tanker atau memaksa produsen meninjau ulang rencana peningkatan produksi.

Selain itu, sentimen negatif juga datang dari Venezuela. Gempa bumi yang mengguncang negara produsen minyak tersebut pada Kamis memunculkan kekhawatiran terhadap kelangsungan produksi. Meskipun penilaian awal menunjukkan fasilitas minyak, gas, kilang, jaringan pipa, dan terminal ekspor tidak mengalami kerusakan berarti karena letaknya jauh dari pusat gempa, gangguan pasokan listrik menimbulkan ketidakpastian. Ada kekhawatiran apakah produksi sekitar 1,2 juta barel per hari dapat dipertahankan dalam waktu dekat.

Kini, fokus pasar telah bergeser. Bukan lagi ancaman penutupan Selat Hormuz, melainkan seberapa cepat aktivitas pengiriman minyak dapat kembali normal sepenuhnya. Selama arus tanker terus membaik dan tidak ada gangguan besar baru terhadap pasokan global, tekanan terhadap harga minyak berpeluang berlanjut. Namun, volatilitas akan tetap tinggi mengingat kawasan Timur Tengah masih menyimpan risiko keamanan yang sulit diprediksi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar