Peringatan Moody’s Hantam Pasar: IHSG & Rupiah Terjun Bebas!

Related Post
Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan pelemahan signifikan dalam perdagangan Sesi I pada Jumat (6/2/2026). Pasar keuangan domestik terpukul keras setelah lembaga pemeringkat global Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia. Pada pukul 10:03 WIB, IHSG tercatat terkoreksi 1,86% ke level 7.952, sementara nilai tukar Rupiah terdepresiasi tajam terhadap Dolar AS, menembus angka Rp16.875.

Penurunan outlook utang oleh Moody’s ini menjadi sentimen negatif utama yang memicu aksi jual di pasar modal. Meskipun belum berupa penurunan peringkat (rating), sinyal dari Moody’s mengindikasikan adanya potensi risiko terhadap stabilitas fiskal dan prospek ekonomi Indonesia di masa mendatang. Kekhawatiran ini, yang seringkali didasari oleh analisis mendalam terhadap kondisi makroekonomi, kebijakan fiskal, dan potensi guncangan eksternal, langsung direspons negatif oleh investor yang cenderung mencari keamanan di tengah ketidakpastian.
Koreksi IHSG yang mendekati dua persen dan pelemahan Rupiah hingga menembus level psikologis Rp16.800 menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap berita fundamental makroekonomi. Investor cenderung menarik diri dari aset berisiko, seperti saham dan obligasi pemerintah, di tengah prospek yang kurang pasti yang muncul dari peringatan lembaga pemeringkat internasional. Pelemahan ini juga dapat memicu kekhawatiran akan arus modal keluar (capital outflow) yang lebih besar jika sentimen negatif terus berlanjut.
Situasi ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai sentimen apa saja yang akan terus memengaruhi pergerakan pasar modal hingga akhir pekan. Para pelaku pasar kini menanti perkembangan lebih lanjut serta langkah-langkah mitigasi dari pemerintah dan otoritas terkait untuk menstabilkan pasar. Analisis mendalam mengenai dampak sentimen ini telah disajikan oleh Shafinaz Nachiar dalam program Profit, Haluannews.id.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar