Haluannews Ekonomi – Nama Samsudin Andi Arsyad, atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam, kian bersinar di jagat bisnis nasional. Setelah menerima penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto, publik semakin penasaran dengan sumber kekayaan pengusaha asal Kalimantan Selatan ini. Kehadirannya di berbagai forum bergengsi, termasuk undangan ke Istana Negara bersama para konglomerat papan atas seperti Franky Oesman Wijaya (Sinar Mas Group), Sugianto Kusuma (Agung Sedayu Group), Anthony Salim (Grup Salim), James Riady (Lippo), Hilmi Panigoro (Medco Energy), Prajogo Pangestu (Barito Pacific), hingga Tomy Winata, semakin mengukuhkan posisinya di jajaran elite bisnis Indonesia. Bahkan, ia turut diajak Prabowo bertemu Bill Gates, pendiri Microsoft!

Related Post
Kekayaan Haji Isam memang terbilang baru menanjak signifikan beberapa tahun terakhir, terutama setelah perusahaannya, Jhonlin Agro Resources (JARR), melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lonjakan harga saham JARR sebesar 245,18% (YTD) hingga Rp 1.070 per saham, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 9,88 triliun, menjadi bukti nyata kesuksesannya. Mengingat kepemilikan saham Haji Isam di JARR melalui PT Eshan Agro Sentosa (EAS) mencapai 7,8 triliun, ini baru sebagian kecil dari kekayaannya.

Jauh sebelum sukses di bursa, Haji Isam memulai kiprahnya di dunia pertambangan batu bara. Setelah belajar dari Johan Maulana, ia menjadi kontraktor di PT Arutmin Indonesia (anak usaha Bumi Resources). Kini, kerajaan bisnisnya telah merambah berbagai sektor, termasuk perkebunan, penerbangan (Jhonlin Air Transport), logistik dan kepelabuhanan (Jhonlin Marine), biodiesel (Jhonlin Agromandiri), dan bahkan industri gula, yang mendapat apresiasi langsung dari Presiden Joko Widodo.
Bukan hanya Haji Isam, kekayaan anak-anaknya, Liana Saputri dan Jhony Saputra, juga ikut meroket berkat kesuksesan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), emiten sawit yang mereka kendalikan. Lonjakan harga saham PGUN sebesar 240% (YTD) hingga Rp 1.445 per saham, dengan kapitalisasi pasar Rp 8,29 triliun, menunjukkan potensi besar bisnis keluarga ini. Ditaksir, kekayaan Liana dan Jhony mencapai Rp 6,36 triliun.
Secara keseluruhan, kekayaan Haji Isam dan anak-anaknya yang tercatat di perusahaan publik saja mencapai Rp 14,16 triliun, atau hampir US$ 1 miliar. Namun, ini belum termasuk aset-aset di perusahaan non-publik yang masih sangat signifikan. Kisah sukses Haji Isam menjadi inspirasi sekaligus bukti bahwa kerja keras dan inovasi dapat membawa seseorang mencapai puncak kesuksesan di dunia bisnis.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar