haluannews.id – Indonesia diprediksi akan dihadapkan pada gelombang besar pensiunan pada tahun 2050, didominasi oleh generasi Z dan milenial. Situasi ini menjadi alarm keras bagi kaum muda untuk segera mempersiapkan dana pensiun sejak dini, demi terhindar dari jebakan generasi sandwich yang membebani.

Related Post
Ketua Pengurus DPLK Sinarmas Asset Management, Stephanus Rudi OK, mengungkapkan bahwa menurut data yang terkumpul pada tahun 2015, sekitar 40 juta orang akan memasuki usia pensiun pada 2025. Angka ini diperkirakan terus meroket pada dekade berikutnya, dengan lonjakan berikutnya mencapai 70 juta pensiunan baru yang mayoritas berasal dari Gen Z dan milenial. "Bahkan tanpa mempertimbangkan gejolak ekonomi saat ini, kita sudah melihat 40 juta. Kemudian ledakan angka pensiunan berikutnya, 70 juta pensiunan baru. Nah, populasi Gen Z dan milenial ada di sana," jelas Stephanus dalam acara peluncuran DPLK Sinarmas Asset Management di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, peningkatan jumlah pensiunan bisa berubah menjadi persoalan pelik jika tidak diiringi dengan kesiapan finansial masyarakat. Generasi produktif saat ini berisiko mengalami penurunan kesejahteraan saat memasuki masa pensiun apabila tidak memiliki tabungan atau investasi jangka panjang yang memadai.
Senada, Ketua Dewan Pengawas DPLK Sinarmas Asset Management, Syarifudin Yunus, menyoroti bahwa masalah utama dana pensiun di Indonesia bukan hanya soal pendapatan, melainkan minimnya pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam merencanakan hari tua. Akibatnya, banyak pensiunan yang menghadapi kesulitan ekonomi dan masih menggantungkan hidup pada anggota keluarga, menciptakan fenomena generasi sandwich. Ia menjelaskan bahwa generasi sandwich, di mana seseorang harus menanggung kebutuhan ekonomi orang tua, pasangan, sekaligus anak-anaknya, masih banyak terjadi di Indonesia.
"Nah, saya ingin menegaskan bahwa orang tua di Indonesia ke depan tidak boleh lagi seperti saya. Inilah yang menjadi sasaran utama. Jika edukasi berhasil, akses ke dana pensiun akan lebih mudah. Semuanya sekarang sudah bisa diakses secara online," ungkap Syarifudin.
Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, PT Sinarmas Asset Management meluncurkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan Sinarmas Asset Management (DPLK SAM). Produk ini menjadi dana pensiun pertama di Indonesia yang dikelola langsung oleh perusahaan manajer investasi. DPLK SAM mengedepankan inovasi digital melalui platform SimPensiun, yang memungkinkan masyarakat melakukan pendaftaran, memantau dana, mengubah pilihan investasi, hingga mencairkan manfaat pensiun secara daring. Platform ini dirancang khusus untuk menjangkau generasi muda, terutama Gen Z dan milenial yang mulai memasuki usia produktif.
Peluncuran DPLK SAM ini dilakukan di tengah masih rendahnya tingkat partisipasi dana pensiun di Indonesia. Mengacu pada Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Dana Pensiun Indonesia 2024-2028, partisipasi industri dana pensiun hingga akhir 2023 baru mencapai 18,94% dari total 147,7 juta angkatan kerja, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Sebagai DPLK berbasis digital yang baru beroperasi, DPLK SAM menargetkan pertumbuhan agresif dalam beberapa tahun ke depan. Pada tahun 2026, perusahaan membidik aset kelolaan sebesar Rp150 miliar dengan jumlah peserta mencapai 15.000 orang.










Tinggalkan komentar