Haluannews Ekonomi – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, memberikan wejangan penting bagi generasi muda yang mendambakan kesuksesan. Ia menekankan bahwa modal akademis semata tidaklah cukup. Aktif membangun relasi dan jaringan (networking), misalnya melalui organisasi, adalah kunci penting lainnya.

Related Post
Emil Dardak mengungkapkan hal ini dalam acara LPS Financial Festival 2025, Rabu (6/8). Ia menyoroti pernyataan Chairul Tanjung tentang pentingnya berorganisasi. Menurutnya, jaringan yang luas, yang melampaui lingkaran pertemanan biasa, akan membuka lebih banyak peluang. "Berorganisasi lintas kampus, semakin banyak koneksi, semakin banyak kesempatan yang dibangun," ujarnya.

Menanggapi anggapan bahwa kesuksesannya diraih secara instan, Emil menceritakan perjuangannya sejak usia 19 tahun. Terinspirasi oleh Soemitro Djojohadikoesoemo yang meraih gelar doktor di usia muda, ia memfokuskan diri pada pendidikan. Ia mengakui bahwa godaan untuk bersenang-senang di usia muda sangat besar, namun pilihan hidup yang tepat akan menentukan masa depan.
Emil mengenang masa lalunya saat merasa kesal karena ayahnya selalu menyuruhnya belajar dan melarangnya bermain. "Kalau waktu itu saya ikut main, saya tidak bisa cerita di sini. Ini pengorbanan," ungkapnya.
Kemampuan Emil dalam memanfaatkan waktu secara efisien membuahkan hasil yang memuaskan. "Begitu ke Singapura saya merasa ada passion lain. Saya ingin PhD yang termuda, usia 21-23. Makannya usia 19 tahun saya sarjana," katanya.
Ia menambahkan bahwa generasi muda harus berani, namun keberanian tersebut harus didasari oleh pertimbangan yang matang, bukan sekadar nekat.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar