Geger Seruan Jual Indonesia Bos OJK Buka Suara

Geger Seruan Jual Indonesia Bos OJK Buka Suara

haluannews.id – Desakan "jual Indonesia" yang digaungkan oleh sejumlah investor asing dan sempat memicu kegaduhan di pasar serta media sosial, kini mendapat tanggapan tegas dari Otoritas Jasa Keuangan OJK. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia berada dalam kondisi yang prima.

COLLABMEDIANET

Perempuan yang akrab disapa Kiki ini mengimbau masyarakat agar tidak mudah termakan oleh seruan yang beredar luas tersebut. "Kita semua hidup di Indonesia, dan kita bisa melihat sendiri bagaimana fundamental ekonomi kita sebenarnya sangat baik. Jadi, jika ada ajakan semacam itu, jangan langsung dipercaya begitu saja," ujar Kiki saat ditemui di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan pada Selasa lalu.

Geger Seruan Jual Indonesia Bos OJK Buka Suara
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menurutnya seringkali orang mengikuti ajakan yang tersebar tanpa berpikir secara rasional, padahal kondisi pasar bisa saja berbalik arah dari yang diserukan. Kiki menambahkan prinsip ini juga berlaku untuk rekomendasi pembelian saham.

"Kita harus lebih rasional dalam menyikapi segala bentuk ajakan. Kita mencintai Indonesia, mari kita jaga negara kita dengan melihat segala sesuatu secara lebih jernih. Salah satu bentuk cinta kita adalah bersama-sama menjaga situasi saat ini dan tidak menambah kegaduhan dengan rumor yang tidak bertanggung jawab," pungkasnya.

Hanya dalam kurun waktu lima bulan setelah mencapai rekor tertinggi, Indeks Harga Saham Gabungan IHSG justru anjlok hingga 36 persen. Kondisi ini menempatkan IHSG sebagai indeks dengan kinerja terburuk di dunia sepanjang tahun 2026 dari sekitar 90 indeks global yang dipantau Bloomberg.

Penurunan drastis ini menandai sebuah perubahan signifikan bagi Indonesia yang kaya akan komoditas, yang sebelumnya selalu menjadi alokasi wajib dalam portofolio investasi pasar berkembang. Kekhawatiran utama para pemilik modal adalah agenda politik Presiden Prabowo Subianto yang dinilai semakin populis serta intervensi pemerintah yang kian meningkat pada negara yang selama ini dikenal ramah bagi penanam modal asing.

"Perdagangan besar di Asia saat ini adalah ‘jual Indonesia’," ungkap George Boubouras selaku Head of Research di hedge fund K2 Asset Management seperti dikutip dari laporan Straits Times. Setelah puluhan tahun aktif berinvestasi di tanah air, Boubouras memutuskan untuk menarik seluruh posisi investasinya sejak tahun 2024. "Saya tidak memiliki eksposur ke Indonesia. Saya tidak akan memberi mereka kesempatan," tegas Boubouras.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar