haluannews.id – Pasar modal Indonesia kembali diguncang aksi jual besar-besaran oleh investor asing pada sesi pertama perdagangan Jumat 19 Juni 2026. Dana asing senilai Rp1,4 triliun mengalir keluar, menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah, dipicu oleh laporan terbaru MSCI mengenai aksesibilitas pasar.

Related Post
Data dari Indo Premier Sekuritas (IPOT) mencatat total penjualan saham oleh investor global mencapai Rp3,3 triliun, jauh melampaui pembelian yang hanya Rp1,9 triliun. Ketidakseimbangan ini membuat IHSG tertekan, ditutup melemah 0,73% pada level 6.127,32 di akhir sesi I. Padahal, indeks sempat menunjukkan optimisme di awal perdagangan dengan menyentuh 6.215,06 sebelum akhirnya berbalik arah.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar (big cap) menjadi korban utama aksi lepas asing ini. PT Chandra Asri Pacific Tbk TPIA memimpin daftar dengan nilai jual bersih mencapai Rp191 miliar. Tak ketinggalan, raksasa telekomunikasi PT Telkom Indonesia Persero Tbk TLKM juga tak luput dari tekanan, mencatat net sell asing sebesar Rp175,6 miliar.
PT Amman Mineral Internasional Tbk AMMN, PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk BBRI, dan PT Bank Mandiri Persero Tbk BMRI turut merasakan dampak serupa, masing-masing dilepas senilai Rp157,3 miliar, Rp136,2 miliar, dan Rp93,6 miliar. Deretan emiten lain yang juga dibuang asing meliputi PT Bumi Resources Tbk BUMI dengan Rp71 miliar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk DSSA Rp60,9 miliar, PT Barito Pacific Tbk BRPT Rp59,1 miliar, PT Aneka Tambang Persero Tbk ANTM Rp53,8 miliar, serta PT Darma Henwa Tbk DEWA yang mencatat net sell Rp53,7 miliar.
Meski demikian, di tengah derasnya arus keluar dana, beberapa saham masih mampu memikat hati investor global. PT Bank Central Asia Tbk BBCA menjadi primadona dengan nilai beli bersih asing terbesar, mencapai Rp80,1 miliar.
Selain BBCA, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk MDKA juga menarik minat asing dengan Rp27 miliar. Disusul PT MNC Digital Entertainment Tbk MSIN Rp8,4 miliar, PT AKR Corporindo Tbk AKRA Rp5,5 miliar, dan PT Bank Syariah Indonesia Persero Tbk BRIS Rp3,4 miliar. Sektor konsumer pun tak luput dari perhatian, terlihat dari pembelian saham PT Gudang Garam Tbk GGRM senilai Rp3,2 miliar dan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk HMSP sebesar Rp2,1 miliar.








Tinggalkan komentar