haluannews.id – Di tengah badai gejolak ekonomi dan politik global yang tak menentu, pusat perbelanjaan di Indonesia justru menunjukkan ketahanan luar biasa. Kunjungan masyarakat ke mal terpantau stabil, seolah tak terpengaruh oleh kondisi pasar yang bergejolak. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, mengungkapkan bahwa mal kini tak hanya sekadar tempat berbelanja, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat pertemuan dan interaksi sosial bagi masyarakat.

Related Post
Meski demikian, Alphonzus mengakui adanya pergeseran signifikan dalam perilaku konsumen. Daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah yang melemah mendorong mereka untuk lebih selektif dan cenderung memilih produk dengan harga yang lebih terjangkau. Pola belanja juga sangat dipengaruhi oleh musim dan momen tertentu, seperti saat ini yang memasuki periode "low season" setelah euforia Ramadan dan Lebaran.

Namun, bukan berarti para pengelola mal tanpa tantangan. Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing, ditambah dengan gejolak global yang memicu kenaikan harga bahan bakar minyak, telah memicu lonjakan biaya logistik. Akibatnya, beban operasional pusat perbelanjaan melonjak drastis, bahkan menembus angka lebih dari 30 persen. Situasi ini memaksa para pengusaha untuk memutar otak mencari strategi baru.
Menyikapi kondisi tersebut, strategi ekspansi pembangunan pusat perbelanjaan kini bergeser fokus. Jika sebelumnya Jawa menjadi primadona, kini pandangan para investor mulai beralih ke luar Pulau Jawa. Potensi pasar dan segmen menengah ke bawah di daerah-daerah tersebut dinilai masih sangat menjanjikan, menawarkan peluang pertumbuhan yang signifikan di tengah ketatnya persaingan di kota-kota besar.
Alphonzus Widjaja sempat membahas lebih dalam mengenai prospek bisnis pusat perbelanjaan menghadapi dinamika hingga tahun 2026 dalam dialognya bersama Maria Katarina di program Closing Bell, haluannews.id. Diskusi tersebut mengupas tuntas bagaimana industri ini beradaptasi dan terus berinovasi untuk tetap relevan di tengah perubahan zaman.










Tinggalkan komentar