haluannews.id – Lantai bursa komoditas global kembali bergejolak signifikan. Dua komoditas energi utama, minyak mentah dan batubara, kompak menunjukkan lonjakan harga yang mencengangkan, dipicu oleh serangkaian peristiwa geopolitik dan iklim ekstrem di berbagai belahan dunia. Fenomena ini mengindikasikan ketidakpastian yang kian mendalam di pasar energi internasional.

Related Post
Patokan harga minyak mentah melonjak drastis, melampaui angka 85 dolar AS per barel. Kenaikan tajam ini terjadi menjelang penutupan perdagangan Juli 2026, tak lain akibat eskalasi ketegangan yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah. Konflik dan ketidakstabilan di wilayah produsen minyak utama dunia selalu menjadi pemicu utama fluktuasi harga, menciptakan kekhawatiran akan pasokan global.

Di sisi lain, komoditas batubara juga tak kalah mencuri perhatian. Harganya meroket hingga menyentuh level tertinggi baru di kisaran 134 dolar AS per ton. Pemicu utama lonjakan ini adalah masifnya permintaan dari Tiongkok. Negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu tengah berjuang keras menghadapi gelombang panas ekstrem yang memicu peningkatan kebutuhan energi secara signifikan, terutama untuk pendinginan dan industri.
Kombinasi antara ketegangan geopolitik dan tantangan iklim ekstrem ini menciptakan tekanan ganda pada pasar komoditas. Para analis memprediksi bahwa volatilitas harga energi akan terus berlanjut, memberikan dampak luas terhadap inflasi dan stabilitas ekonomi global. Perkembangan terkini mengenai dinamika pasar ini dapat disimak lebih lanjut dalam program Profit haluannews.id yang tayang pada Senin, 3 Agustus 2026.









Tinggalkan komentar