Dolar Menggila! Rupiah Anjlok ke Rp 17.800, IHSG Tetap Hijau?

Dolar Menggila! Rupiah Anjlok ke Rp 17.800, IHSG Tetap Hijau?

Haluannews Ekonomi – Pasar keuangan domestik pada pembukaan perdagangan Senin, 29 Mei 2026, menunjukkan dinamika yang kontras. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan momentum positif dengan bergerak di zona hijau, menguat tipis 0,11% ke level 6.136. Namun, sentimen positif di pasar saham tidak mampu menahan laju pelemahan nilai tukar Rupiah yang terus tertekan, bahkan anjlok menyentuh Rp 17.800 per Dolar Amerika Serikat. Data ini dihimpun oleh Haluannews.id.

COLLABMEDIANET

Kenaikan IHSG sebesar 0,11% ke level 6.136 pada pembukaan sesi perdagangan pagi itu menunjukkan adanya resistensi pasar saham terhadap sentimen negatif yang mungkin muncul dari fluktuasi mata uang. Meskipun penguatan ini tergolong moderat, hal ini mengindikasikan bahwa sebagian investor masih melihat peluang di tengah ketidakpastian, mungkin didorong oleh fundamental perusahaan tertentu atau ekspektasi kebijakan yang akan datang. Sejumlah analis menilai, pergerakan IHSG yang cenderung stabil ini bisa jadi cerminan dari keyakinan investor terhadap prospek jangka panjang ekonomi Indonesia, meskipun diwarnai gejolak jangka pendek.

Dolar Menggila! Rupiah Anjlok ke Rp 17.800, IHSG Tetap Hijau?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, kondisi yang berbanding terbalik terjadi pada pasar valuta asing. Pelemahan Rupiah hingga menyentuh Rp 17.800 per Dolar AS menjadi indikator serius yang patut dicermati. Level psikologis ini, jika terus bertahan, berpotensi memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi makro. Analis pasar menduga pelemahan ini dipicu oleh kombinasi faktor global, seperti kebijakan moneter ketat bank sentral utama dunia dan sentimen penghindaran risiko (risk-off) yang mendorong investor memburu aset safe haven seperti dolar AS. Di sisi domestik, tekanan inflasi atau neraca perdagangan yang kurang optimal juga bisa menjadi pemicu pelemahan mata uang garuda.

Divergensi antara kinerja pasar saham dan mata uang ini menghadirkan paradoks yang menarik sekaligus menantang bagi para pelaku pasar dan pembuat kebijakan. Penguatan IHSG mungkin memberikan ilusi stabilitas, namun pelemahan Rupiah yang signifikan berpotensi menekan sektor riil, terutama bagi industri yang sangat bergantung pada bahan baku impor. Kenaikan biaya produksi dan potensi inflasi impor menjadi ancaman nyata yang perlu diantisipasi. Para investor diharapkan untuk tetap waspada dan mencermati setiap perkembangan data ekonomi serta kebijakan moneter yang akan datang guna memitigasi risiko di tengah volatilitas pasar global.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar