Cadangan Kritis Timah Siap Gali Lebih Dalam

Cadangan Kritis Timah Siap Gali Lebih Dalam

haluannews.id – PT Timah Tbk (TINS) mengambil langkah berani untuk mengamankan masa depan pasokan timah nasional. Perusahaan pelat merah ini bersiap melancarkan ekspedisi penambangan hingga kedalaman 80 meter di bawah laut, sebuah upaya signifikan dalam perburuan cadangan baru. Keputusan ini muncul sebagai respons atas kian menipisnya deposit timah di area aluvial atau permukaan yang selama ini menjadi andalan produksi.

COLLABMEDIANET

Direktur Strategi Korporasi dan Pengembangan Usaha TINS, Harry Budi Sidharta, mengungkapkan bahwa perseroan tengah mematangkan inovasi teknologi untuk mendukung aktivitas penambangan laut dalam ini. Menurutnya, perluasan area eksplorasi ke zona yang lebih dalam merupakan prioritas utama untuk menjaga stabilitas produksi. "Cadangan aluvial kita semakin menipis. Fokus eksplorasi kini beralih ke aluvial dalam dan primer," jelas Harry dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta.

Cadangan Kritis Timah Siap Gali Lebih Dalam
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Untuk menembus kedalaman baru, PT Timah akan mengandalkan armada kapal khusus yang dirancang untuk mencapai lapisan deposit yang lebih jauh di dasar laut. Saat ini, rata-rata operasi penambangan laut perusahaan berada di kedalaman 50 meter, namun target baru akan didorong hingga 80 meter. "Kami membutuhkan kapal-kapal baru karena akan menambang lebih dalam lagi, mungkin hingga 80 meter di bawah laut. Kami berupaya menemukan alat-alat yang lebih prospektif," imbuhnya.

Selain memperkuat sektor tambang laut, TINS juga mulai melirik pengembangan tambang primer di daratan. Berbeda dengan tambang aluvial yang relatif mudah diakses, tambang primer menuntut teknologi pengolahan pemisahan mineral yang lebih kompleks, sebab bijih timah terperangkap dalam formasi batuan keras. Proses ini memerlukan penghancuran batuan hingga sangat halus sebelum mineral timah dapat dipisahkan.

Direktur Produksi dan Komersial TINS, Ilhamsyah Mahendra, sebelumnya telah menegaskan bahwa perusahaan sedang menggenjot upaya eksplorasi secara agresif. Penambahan cadangan baru menjadi kunci vital untuk menjamin ketersediaan sumber daya jangka panjang dan keberlanjutan bisnis. "Saat ini kami memiliki sekitar 800.000 untuk sumber daya dan sekitar 300.000 untuk cadangan. Angka ini hanya cukup untuk 10-15 tahun, padahal kami butuh jauh lebih banyak deposit untuk lebih dari seratus tahun," ungkap Ilhamsyah dalam acara Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2026 di Jakarta.

Untuk mempercepat penemuan titik cadangan baru, emiten anggota holding industri pertambangan MIND ID ini memanfaatkan teknologi pemetaan digital canggih seperti platform GIS dan pemantauan udara menggunakan drone. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi dan kecepatan eksplorasi di wilayah konsesi perusahaan.

Tak hanya fokus di dalam negeri, PT Timah juga mulai menjajaki peluang ekspansi global. Perusahaan mencari aset pertambangan strategis di luar Indonesia, sebuah strategi untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya domestik sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia dalam rantai pasok mineral kritis dunia. "Kami sangat terbuka mencari peluang kemitraan dan kolaborasi dengan perusahaan timah global," pungkas Ilhamsyah, menandaskan ambisi PT Timah untuk menjadi pemain kunci di kancah internasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar