Haluannews Ekonomi – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total dana buyback saham tanpa RUPS dari 16 emiten mencapai angka fantastis, yakni Rp 12,69 triliun. Angka ini menjadi sorotan, mengingat capital outflow yang mencapai Rp 33 triliun sejak awal tahun dan menyebabkan IHSG terkoreksi sekitar 12%. Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan harapan agar aksi korporasi ini mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar saham domestik.

Related Post
"Pertanyaannya, apakah buyback senilai Rp 20 triliun atau Rp 30 triliun cukup untuk meningkatkan kepercayaan pasar? Ini yang menjadi ekspektasi pasar," ungkap Jeffrey dalam keterangannya di Gedung BEI, Rabu (9/4/2025). Meskipun demikian, Jeffrey menekankan potensi lain yang dapat mendongkrak IHSG, yakni peran aktif investor domestik, baik institusi maupun ritel. BEI sendiri terus melakukan komunikasi intensif dengan seluruh pelaku pasar untuk menjaga stabilitas.

Daftar 16 emiten yang telah melaporkan rencana buyback tanpa RUPS kepada BEI, beserta alokasi dana dan periode buyback-nya, antara lain: Medikaloka Hermina (HEAL) Rp 100 miliar (9 April 2025), Jaya Real Property (JRPT) Rp 100 miliar (20 Maret – 20 Juni 2025), Sampoerna Agro (SGRO) Rp 450 miliar (9 April – 8 Juli 2025), Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Rp 815,61 miliar (2 Mei – 26 Juni 2025), Mayora Indah (MYOR) Rp 1 triliun (27 Maret – 27 Juni 2025), dan Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Rp 1 triliun (27 Maret – 26 Juni 2025).
Selanjutnya, Bukalapak.com (BUKA) Rp 1,9 triliun (26 Maret – 25 Juni 2025), Bank Central Asia (BBCA) Rp 1 triliun (26 Maret – 24 Juni 2025), Medco Energi Internasional (MEDC) Rp 790 miliar (setara US$ 50 juta) (8 April 2025 dan seterusnya), Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) Rp 25 miliar (24 Maret – 24 Juni 2025), Bank Panin (PNBN) Rp 500 miliar (24 Maret – 23 Juni 2025), Barito Pacific (BRPT) Rp 500 miliar (24 Maret – 23 Juni 2025), Barito Renewables (BREN) Rp 2 triliun (24 Maret – 23 Juni 2025), Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) Rp 500 miliar (24 Maret – 24 Juni 2025), Chandra Asri Pacific (TPIA) Rp 2 triliun (21 Maret – 20 Juni 2025), dan Colorpak Indonesia (CLPI) Rp 5 miliar (8 April – akhir Juli 2025).
Akankah aksi buyback ini cukup untuk membalikkan tren negatif IHSG? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar