Haluannews Ekonomi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menepis tudingan bahwa dirinya terlalu optimistis atau "over-optimistic" dalam memandang prospek perekonomian Indonesia. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada Jogjakarta Financial Festival di Jogja Expo Centre (JEC), Jumat (21/5/2026), Purbaya menegaskan bahwa proyeksi dan pernyataannya selama ini merupakan sebuah "calculated move" atau langkah yang terukur dan diperhitungkan matang, bukan sekadar kepercayaan diri yang berlebihan.

Related Post
"Ini bukan sekadar optimisme berlebihan, melainkan sebuah strategi yang telah kami hitung dampaknya secara cermat," ujar Purbaya. Ia menambahkan, pemahaman mendalamnya terhadap teori ekonomi telah menjadi fondasi kuat, sehingga kini fokusnya adalah pada implementasi praktis. "Teori ekonomi sudah saya khatam, sekarang tinggal praktiknya," tegasnya, mengindikasikan bahwa setiap langkah kebijakan didasari analisis mendalam dan bukan asumsi semata.

Purbaya juga menyoroti inkonsistensi kritik terhadap data ekonomi. Ia menyebutkan, ketika pertumbuhan ekonomi mencapai 5,39%, ada pihak yang mengklaim itu sebagai tanda kehancuran. Namun, saat angka pertumbuhan naik menjadi 5,61%, justru dituding sebagai data palsu. "Nanti mereka akan selalu mencari alasan lain. Kami pastikan mesin-mesin ekonomi nasional berjalan optimal dan berkesinambungan," imbuhnya, menunjukkan ketidakgentarannya terhadap skeptisisme yang tidak berdasar.
Meskipun mengakui adanya sentimen negatif yang menghantam ekonomi Indonesia sejak akhir tahun lalu, termasuk isu MSCI, pemerintah, menurut Purbaya, terus berupaya memperbaiki kondisi pasar domestik. "Meski belum sempurna, kami tidak akan mengulangi kesalahan masa lalu seperti era IMF. Saya rasa kami sedikit lebih pintar dalam menangani situasi ini dibandingkan IMF," candanya, menyiratkan kepercayaan diri terhadap kapasitas penanganan krisis ekonomi domestik yang lebih mandiri dan strategis.
Dengan berbagai perbaikan yang terus dilakukan, Purbaya meyakini bahwa motor penggerak pertumbuhan ekonomi ke depan akan semakin didominasi oleh sektor swasta domestik. Ia optimis bahwa dalam enam bulan ke depan, dampak positif dari kebijakan pemerintah akan semakin terasa, ditandai dengan berkurangnya jumlah masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi. "Enam bulan lagi, kita akan melihat orang yang susah semakin berkurang, berkurang lagi," pungkasnya, memberikan harapan akan perbaikan kondisi sosial-ekonomi yang signifikan.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar