Haluannews Ekonomi – Kasus mega skandal asuransi Wanaartha Life terus bergulir, dengan Evelina Pietruschka dan keluarganya menjadi target utama pengejaran oleh aparat penegak hukum Indonesia dan Interpol. Upaya pencarian intensif ini menghadapi tantangan tersendiri, mengingat kompleksitas pelacakan aset dan pergerakan para buronan.

Related Post
Sekretaris NCB Interpol, Untung Widyatmoko mengungkapkan bahwa anak Evelina, Rezanantha Pietruschka, sempat ditangkap di California, AS, namun berhasil bebas dengan jaminan. Hal ini mengindikasikan bahwa para pelaku kejahatan ekonomi memiliki sumber daya finansial yang kuat untuk menyewa pengacara dan menghindari jeratan hukum.

Interpol Indonesia kini menggandeng sejumlah lembaga penegak hukum AS, termasuk U.S. Department of Homeland Security, U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE), dan Federal Bureau of Investigation (FBI), untuk mempersempit ruang gerak keluarga Pietruschka.
Evelina F. Pietruschka, yang pernah menjabat sebagai Presiden Direktur WanaArtha Life sejak 1999 dan kemudian sebagai Presiden Komisaris sejak 2011, memiliki rekam jejak panjang di industri asuransi. Ia pernah menduduki posisi strategis di berbagai asosiasi industri, termasuk Dewan Asuransi Indonesia (DAI) dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).
Bahkan, karirnya merambah hingga tingkat regional sebagai Sekretaris Jenderal ASEAN Insurance Council. Evelina meraih gelar Master dari Pepperdine University California, AS.
Selain pengejaran oleh pihak berwajib, para korban Wanaartha juga turut melakukan investigasi mandiri untuk mengungkap keberadaan keluarga Pietruschka. Salah seorang nasabah bahkan rela terbang ke California pada Oktober 2023 untuk mencari Evelina di sebuah kompleks perumahan mewah di Beverly Hills. Namun, upaya tersebut gagal karena Evelina menolak untuk bertemu.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Pietruschka memiliki aset properti mewah di Beverly Hills yang bernilai jutaan dolar. Namun, Haluannews.id belum dapat memverifikasi kebenaran informasi tersebut secara independen.
Kasus Wanaartha ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap industri keuangan dan perlindungan terhadap konsumen. Pengejaran terhadap para buronan terus dilakukan untuk memastikan keadilan bagi para korban.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar