Haluannews Ekonomi – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan performa yang memukau sepanjang tahun lalu, menandai babak baru di bawah kepemimpinan Direktur Utama Hery Gunardi. Bank pelat merah ini tidak hanya memperkokoh posisinya sebagai pilar ekonomi nasional selama 130 tahun terakhir, tetapi juga berhasil melesat dalam fase transformasi krusial, menunjukkan pertumbuhan yang solid dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Related Post
Sejak resmi memegang kendali sebagai Direktur Utama BRI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 24 Maret 2025, Hery Gunardi telah mengarahkan BRI pada jalur akselerasi transformasi yang ambisius. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di sektor perbankan Tanah Air, rekam jejak Hery Gunardi mencakup peran krusial dalam pendirian Bank Mandiri, pengembangan PT AXA Mandiri Financial Services, hingga sukses memimpin proses merger tiga bank syariah Himbara menjadi PT Bank Syariah Indonesia (BSI) pada Maret 2020. Penunjukannya di BRI menegaskan komitmen perseroan untuk transformasi yang terukur, berkelanjutan, dan tetap berakar pada misi melayani rakyat.

Di bawah nahkoda Hery Gunardi, BRI meluncurkan strategi ‘BRIVolution Reignite’. Inisiatif ini dirancang untuk memperkokoh fondasi bisnis, menggenjot efisiensi operasional, serta menjaga relevansi dan daya saing BRI di tengah dinamika ekonomi dan kemajuan teknologi. BRIVolution Reignite menitikberatkan pada penguatan struktur permodalan, percepatan adopsi digital, peningkatan produktivitas, serta ekspansi bisnis inti dan pengembangan lini usaha baru yang berkelanjutan. Seluruh langkah ini berlandaskan pada pendekatan customer-centric, menegaskan posisi BRI sebagai bank yang inklusif bagi semua segmen masyarakat.
Sebagai bagian integral dari agenda transformasi, BRI juga memperkenalkan corporate rebranding pada 16 Desember 2025, bertepatan dengan ulang tahun ke-130 perseroan. Identitas baru ini memancarkan citra yang lebih modern, universal, dan inklusif, namun tetap teguh pada nilai-nilai fundamental BRI: keberpihakan pada rakyat, pemberdayaan UMKM, dan peran strategis sebagai agent of development. Hery Gunardi menegaskan pentingnya adaptasi. "Gagasan merek kami adalah mendukung setiap ambisi nasabah di seluruh Indonesia. Kepribadian merek kami mencerminkan kepercayaan yang progresif, ambisius namun hormat, aspiratif namun praktis, universal namun personal, dan yang terpenting, berkelas dunia namun tetap sangat Indonesia," jelasnya, menyoroti visi BRI untuk masa depan.
Kinerja keuangan BRI sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif yang solid. Bank ini membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp57,13 triliun, ditopang oleh pendapatan bunga yang mencapai Rp207,78 triliun, tumbuh 4,27% secara tahunan (year-on-year). Fungsi intermediasi juga menunjukkan pertumbuhan impresif, dengan total kredit konsolidasi mencapai Rp1.521,49 triliun, melonjak 12,31% yoy di akhir 2025. Total aset perseroan tercatat sebesar Rp2.135,37 triliun. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.466,84 triliun, dengan rasio dana murah (CASA) yang kuat di angka 70,61%.
Prestasi BRI tidak hanya tercermin dari angka, melainkan juga dari pengakuan luas di kancah nasional dan internasional. Sepanjang tahun lalu, BRI berhasil mengumpulkan 163 penghargaan dari berbagai institusi. Di daftar Forbes Global 2000 – The World’s Largest Companies 2025, BRI menempati posisi ke-349 dari 2.000 perusahaan publik terbesar dunia, menjadikannya perusahaan Indonesia dengan peringkat tertinggi. Di kawasan Asia Tenggara, dominasi BRI semakin nyata dalam Fortune Southeast Asia 500, di mana ia menjadi bank dan institusi keuangan Indonesia peringkat pertama, serta peringkat ke-4 di kategori finansial se-Asia Tenggara berdasarkan pendapatan. Pengakuan ini diperkuat dengan penobatan BRI sebagai Bank of The Year 2025 in Indonesia oleh The Banker.
Memasuki tahun 2026, BRI kembali mengukir prestasi dengan meraih tiga penghargaan Dealer Utama Kinerja Terbaik Tahun 2025 dari Kementerian Keuangan RI, menunjukkan peran aktifnya dalam pendalaman pasar keuangan domestik dan dukungan terhadap pembiayaan APBN. Penghargaan tersebut meliputi Dealer Utama Surat Utang Negara dengan Kinerja Terbaik di Pasar Perdana, Pasar Sekunder, dan secara keseluruhan. Puncaknya, BRI mengukuhkan posisinya di pentas global dengan masuk dalam daftar "Global 500 2026" oleh Brand Finance, konsultan valuasi merek terkemuka. Dalam laporan tersebut, BRI menjadi merek paling bernilai di Indonesia dan menempati peringkat ke-369 dunia, bersanding dengan raksasa teknologi seperti Apple, Microsoft, dan










Tinggalkan komentar