haluannews.id – Group CEO PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), Hery Gunardi, menegaskan kesiapsiagaan penuh BRI Grup dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk mendukung program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah dialog eksklusif yang membahas pembaruan ekonomi.

Related Post
BRI memiliki fondasi kuat dengan sistem, jaringan kantor cabang, hingga layanan BRIlink yang merata hingga penjuru negeri. Didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, BRI aktif memutar roda perekonomian, salah satunya melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan berbagai program bantuan sosial.

Meskipun suku bunga acuan Bank Indonesia naik menjadi 5,75%, BRI berhasil menjaga stabilitas pertumbuhan bisnis dan kualitas kreditnya. Ini berkat penyaluran kredit pada program pemerintah seperti KUR yang memiliki suku bunga tetap. Perbankan terus memperkokoh tata kelola risiko dengan memaksimalkan sektor-sektor yang berpotensi tinggi.
Demi menjamin ekspansi berkelanjutan, BRI telah meluncurkan program transformasi komprehensif. Inisiatif ini bertujuan menggenjot efisiensi operasional serta memacu pendapatan dari segmen kredit maupun non-kredit. Transformasi tersebut mencakup reduksi biaya pendanaan dan biaya kredit melalui pemanfaatan optimal infrastruktur kantor cabang, layanan BRIlink, pengintensifan program dan transaksi digital BRImo, serta pengaktivasi pelaku usaha mitra.
Di sektor kredit mikro, BRI melakukan penyempurnaan proses bisnis dengan mengadopsi inovasi teknologi. Langkah ini berdampak positif pada peningkatan margin bunga sekaligus pengurangan provisi. Selain itu, melalui inisiatif BRIvolution Reignite, BRI mendorong langkah-langkah strategis untuk merespons dinamika industri perbankan yang kian kompetitif.
BRI juga gencar melakukan pembaruan citra, tidak hanya dikenal sebagai bank tangguh di pedesaan, namun kini merambah segmen perkotaan. Ini dilakukan lewat pengembangan layanan konsumen, termasuk nasabah premium dan layanan perbankan privat. Bank pelat merah ini terus memacu mesin pertumbuhan melalui diversifikasi lini usaha.
Terkait agenda BBRI untuk pembelian kembali saham maksimal Rp500 miliar, yang dijadwalkan antara 12 Juni hingga 11 September 2026 menggunakan kas internal perusahaan, Hery Gunardi menjelaskan bahwa langkah strategis ini merupakan respons korporasi terhadap fluktuasi pasar modal. Dialog mendalam ini berlangsung pada Jumat, 3 Juli 2026.










Tinggalkan komentar