haluannews.id – Kabar mengejutkan datang dari raksasa transportasi darat tanah air, PT Blue Bird Tbk (BIRD). Sang nahkoda utama perusahaan, Adrianto Djokosoetono, dilaporkan melakukan aksi korporasi yang cukup signifikan dengan memborong saham perusahaannya sendiri dalam jumlah besar. Langkah ini menjadi sorotan para pelaku pasar modal karena menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi dari pihak manajemen terhadap masa depan perusahaan.

Related Post
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Adrianto Djokosoetono yang menjabat sebagai Direktur Utama Blue Bird melakukan pembelian saham secara bertahap. Transaksi jumbo ini dilakukan melalui enam kali rangkaian perdagangan yang terjadi pada akhir Oktober lalu. Dalam aksi tersebut, ia mengucurkan dana hampir menyentuh angka Rp1 miliar untuk menambah porsi kepemilikannya.

Secara mendetail, total saham yang berhasil dikumpulkan oleh Adrianto mencapai 675.800 lembar saham. Harga perolehan saham tersebut bergerak di rentang Rp1.460 hingga Rp1.485 per lembar. Jika diakumulasikan, total nilai investasi yang dikeluarkan oleh sang bos besar ini mencapai Rp997,43 juta.
Rincian transaksi menunjukkan adanya strategi pembelian yang terukur. Pada tahap awal, ia membeli 30.000 saham di harga Rp1.460 dengan nilai Rp43,80 juta, disusul pembelian 69.900 saham di harga Rp1.470 senilai Rp102,75 juta, serta 58.200 saham di harga Rp1.465 senilai Rp85,26 juta.
Memasuki transaksi berikutnya, volume pembelian semakin meningkat. Adrianto menyerap 242.200 saham pada level harga Rp1.480 dengan nilai fantastis Rp358,46 juta. Tak berhenti di situ, ia kembali menambah 80.000 saham di harga Rp1.485 senilai Rp118,80 juta, dan terakhir melakukan pembelian 195.500 saham di harga Rp1.475 dengan nilai Rp288,36 juta.
Aksi beli ini dilakukan secara langsung dengan tujuan utama untuk investasi jangka panjang. Dampak dari transaksi ini membuat total kepemilikan saham Adrianto melonjak menjadi 133.391.616 lembar saham, naik dari posisi sebelumnya yang sebesar 132.715.816 lembar. Secara persentase, kepemilikannya kini naik sebesar 0,51%.
Selain jumlah lembar saham, kekuatan suara Adrianto di dalam perusahaan juga ikut menguat. Hak suaranya kini meningkat menjadi 5,3312%, naik tipis dari sebelumnya yang berada di angka 5,3042%. Dalam laporan resminya, Adrianto menegaskan bahwa dirinya tetap berstatus sebagai pengendali perusahaan dan berkomitmen untuk terus mempertahankan kendali atas arah kebijakan PT Blue Bird Tbk ke depannya.
Langkah "insider buying" atau pembelian saham oleh orang dalam perusahaan seperti ini sering kali dianggap sebagai sinyal positif oleh investor ritel. Hal ini mengindikasikan bahwa manajemen merasa harga saham saat ini masih berada di bawah nilai intrinsiknya atau mereka melihat adanya potensi pertumbuhan yang kuat di masa mendatang. Melansir informasi dari haluannews.id, aksi ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga saham BIRD di lantai bursa.










Tinggalkan komentar