Bocor Cara Pemerintah Jaga PFII dari Dana Haram

Bocor Cara Pemerintah Jaga PFII dari Dana Haram

haluannews.id – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara tegas menjamin Pusat Finansial Internasional Indonesia PFII tidak akan menjadi sarana bagi peredaran ‘dana gelap’ atau hasil kejahatan dari luar negeri. Komitmen ini ditegaskan Airlangga seraya memastikan kontrol berlapis akan diterapkan demi mencegah masuknya uang haram ke dalam ekosistem keuangan baru tersebut.

COLLABMEDIANET

Airlangga menjelaskan bahwa sistem "Know Your Customer" KYC akan menjadi pedoman inti bagi PFII dalam menerima setiap investor. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa PFII akan mengadopsi dan menerapkan prinsip-prinsip pencegahan pencucian uang yang berlaku secara internasional. "Dalam dunia keuangan global, KYC itu krusial. Indonesia, seperti banyak negara lain, telah meratifikasi konvensi anti-money laundering. Jadi, PFII pasti akan terlindungi dari itu. Ini bukan tempat untuk dana-dana gelap," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, sebagaimana dikutip baru-baru ini.

Bocor Cara Pemerintah Jaga PFII dari Dana Haram
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya mengungkapkan keyakinannya bahwa PFII memiliki potensi besar untuk menarik arus modal asing dalam jumlah fantastis, termasuk memfasilitasi pemulangan aset Warga Negara Indonesia WNI yang selama ini tersimpan di luar negeri. Meskipun belum memiliki data pasti mengenai potensi repatriasi aset tersebut, Purbaya tidak menampik bahwa jumlah ‘uang-uang gelap’ yang beredar di luar negeri sangatlah besar dan sulit dihitung secara akurat.

"Jika saya tahu angkanya persis, berarti itu bukan lagi uang gelap. Tapi saya yakin, jumlahnya pasti sangat besar," papar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan.

Kendati demikian, Purbaya memilih bersikap realistis. Ia tidak berekspektasi berlebihan bahwa semua aset tersebut akan serta-merta kembali ke Indonesia. Fokus utamanya adalah menciptakan daya tarik agar setidaknya ada aliran dana asing yang masuk, terutama dari kawasan Timur Tengah atau negara-negara lain yang melihat Indonesia sebagai destinasi investasi yang menjanjikan. "Tempat ini menarik. Ekspektasi saya adalah dari nol menjadi positif," pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar