Awas! Warren Buffett Palsu Gentayangan di Dunia Maya

Awas! Warren Buffett Palsu Gentayangan di Dunia Maya

Haluannews Ekonomi – Investor legendaris Warren Buffett menjadi korban terbaru dari penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Video deepfake yang menampilkan dirinya memberikan nasihat investasi palsu beredar luas di YouTube, membuat Berkshire Hathaway, perusahaan induk konglomerat miliknya, angkat bicara.

COLLABMEDIANET

Berkshire Hathaway dalam keterangan resminya, Kamis lalu, memperingatkan masyarakat tentang video-video yang menggunakan gambar dan suara buatan AI dari Warren Buffett. Video-video tersebut menampilkan pernyataan yang tidak pernah diucapkan oleh "Oracle of Omaha" tersebut. Meskipun visualnya menyerupai Buffett, audionya seringkali terdengar datar dan jelas bukan suara aslinya.

 Awas! Warren Buffett Palsu Gentayangan di Dunia Maya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Orang-orang yang kurang mengenal Tuan Buffett mungkin percaya bahwa video-video ini asli dan tertipu oleh isinya," ungkap Berkshire Hathaway dalam siaran pers berjudul "It’s Not Me". Mereka khawatir video-video penipuan semacam ini akan menyebar luas dan merugikan banyak orang. Salah satu video yang disoroti berjudul "Warren Buffett: Kiat Investasi #1 untuk Semua Orang di Atas 50 (WAJIB DITONTON)".

Buffett sendiri sebelumnya telah mengeluhkan maraknya peniruan dirinya, termasuk yang berbasis AI. Pada Oktober 2024, ia memperingatkan tentang "klaim palsu" yang mengatasnamakan dirinya mendukung kandidat politik dan produk investasi tertentu. Ia menegaskan telah menarik diri dari dukungan politik setelah mendukung mantan Presiden Barack Obama dan Hillary Clinton.

Kekhawatiran Buffett bukan tanpa alasan. Kemajuan teknologi deepfake dan alat bantu suara berbasis AI telah mempermudah pembuatan pemalsuan figur publik yang sangat realistis. Hal ini meningkatkan risiko penyebaran misinformasi dan kerusakan reputasi. FBI bahkan melaporkan bahwa pelaku kejahatan telah menggunakan panggilan suara dan pesan teks yang dihasilkan AI untuk menyamar sebagai pejabat senior AS dalam upaya mengakses akun pribadi pegawai pemerintah. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan kritis terhadap informasi yang beredar di dunia maya.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar