haluannews.id – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) baru-baru ini mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat terkait tawaran bunga simpanan perbankan. Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Penjaminan dan Resolusi Perbankan, Dody Zulverdi, mengingatkan agar nasabah tidak mudah terpikat oleh janji bunga deposito yang terlampau tinggi. Menurutnya, penawaran bunga yang jauh di atas tingkat penjaminan LPS bisa menjadi indikator awal adanya potensi masalah pada sebuah bank.

Related Post
Dody menjelaskan, secara kasat mata, kesehatan bank memang bisa dilihat dari laporan keuangan dan rasio-rasio krusial seperti likuiditas atau rasio kredit macet (NPL). Namun, bagi masyarakat awam, indikator paling mudah untuk dicermati adalah besaran suku bunga yang ditawarkan. "Jika ada bank yang menawarkan bunga simpanan sangat tinggi, patut diwaspadai," ujar Dody dalam sebuah acara di Lampung, mengutip laporan dari haluannews.id.

Saat ini, LPS telah menetapkan tingkat bunga penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah di bank umum sebesar 3,75%. Sementara itu, untuk simpanan valuta asing (valas), TBP berada di angka 2%. Dody menegaskan, simpanan yang menawarkan bunga di atas batas tersebut tidak akan masuk dalam cakupan penjaminan LPS apabila bank tersebut menghadapi kesulitan.
"Bandingkan dengan tingkat bunga penjaminan LPS. Jika ada yang menawarkan di atas 3,75% untuk rupiah atau 2% untuk valas, simpanan Anda tidak dijamin," jelasnya. Meskipun demikian, Dody menambahkan bahwa bukan berarti masyarakat dilarang menempatkan dananya pada produk dengan bunga tinggi. Pilihan tersebut tetap terbuka, namun dengan konsekuensi bahwa risiko sepenuhnya ditanggung oleh nasabah.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu cermat dalam memahami profil risiko serta imbal hasil dari setiap instrumen simpanan yang dipilih. Semakin tinggi bunga yang dijanjikan, semakin besar pula keharusan bagi nasabah untuk meneliti kondisi serta kredibilitas lembaga keuangan penyedia produk tersebut. Sikap waspada dan prinsip kehati-hatian menjadi kunci utama agar dana nasabah tetap aman sekaligus mendapatkan keuntungan yang optimal dari produk perbankan.










Tinggalkan komentar