haluannews.id – Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, baru-baru ini mengungkapkan respons luar biasa dari investor global terhadap penerbitan obligasi perdana Danantara. Minat yang membludak ini menjadi bukti nyata kepercayaan pasar internasional terhadap prospek investasi di Indonesia.

Related Post
Dalam serangkaian kunjungan ke pusat-pusat keuangan dunia, termasuk New York, London, Singapura, dan Hong Kong, Rosan bertemu dengan lebih dari seratus dua puluh investor potensial. Dari target awal penerbitan obligasi senilai 1 miliar dolar AS, permintaan yang masuk justru melonjak hingga 4,6 miliar dolar AS, menandakan kelebihan permintaan lebih dari tiga kali lipat dari yang ditawarkan.

Melihat animo yang begitu tinggi, Danantara akhirnya memutuskan untuk menaikkan nilai penerbitan obligasi dari 1 miliar dolar AS menjadi 1,5 miliar dolar AS. Obligasi ini dibagi dalam dua tenor, yaitu lima tahun dan sepuluh tahun, memberikan fleksibilitas bagi para investor.
Rosan menjelaskan bahwa dalam perjalanan mencari calon investor, pihaknya mendapat dukungan penuh dari bank-bank investasi global terkemuka seperti Morgan Stanley, HSBC, dan Citigroup. Upaya ini dilakukan setelah Danantara berhasil mengantongi peringkat dari lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s, S&P, dan Fitch. Menariknya, peringkat obligasi Danantara setara dengan peringkat utang pemerintah Indonesia atau sovereign rating, yang berada pada kategori investment grade. Sebelumnya, Danantara juga telah meraih peringkat tertinggi Triple A dari Pefindo.
Selain banjirnya permintaan, Danantara juga sukses menawarkan tingkat bunga kupon yang sangat kompetitif. Obligasi dengan tenor lima tahun diterbitkan dengan kupon 5,35%, sementara untuk tenor sepuluh tahun dipatok 5,95%.
Fakta menarik lainnya adalah dominasi investor asal Amerika Serikat sebagai pembeli terbesar obligasi ini. Khusus untuk tenor sepuluh tahun, 52% pembeli berasal dari AS, disusul oleh Eropa dan Timur Tengah sebesar 31%, serta Asia 17%.
"Ini membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia itu ada dan nyata," tegas Rosan, menyoroti kuatnya daya tarik pasar Indonesia di mata dunia. Keberhasilan ini menjadi indikator positif bagi iklim investasi nasional.










Tinggalkan komentar