haluannews.id – Pasar modal Indonesia kembali diwarnai sentimen negatif pada perdagangan sesi pertama hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau masih berada dalam zona merah, terkoreksi 0,55% atau setara 34,88 poin, bertengger di level 6.263,73. Di tengah tekanan pasar tersebut, pergerakan investor asing menjadi sorotan utama, di mana mereka mencatatkan aksi jual bersih yang signifikan.

Related Post
Data transaksi menunjukkan, investor asing membukukan penjualan bersih mencapai Rp355,78 miliar hingga penutupan sesi I. Total pembelian saham oleh investor asing tercatat sebesar Rp1,09 triliun, namun angka penjualan jauh melampaui dengan Rp1,44 triliun. Fenomena ini mengindikasikan kehati-hatian investor global terhadap pasar saham domestik.

Meski demikian, di tengah derasnya arus dana keluar, beberapa emiten justru berhasil menarik minat beli asing. Saham perbankan raksasa, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), menjadi primadona dengan nilai pembelian bersih asing mencapai Rp15,65 miliar. Disusul ketat oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang diborong asing senilai Rp9,83 miliar, serta emiten batu bara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan nilai Rp8,59 miliar.
Tak hanya itu, sejumlah saham lain juga tak luput dari incaran investor mancanegara. PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) mencatat pembelian asing sebesar Rp8,04 miliar, diikuti PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) dengan Rp7,83 miliar, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) senilai Rp6,57 miliar, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang mengantongi Rp6,13 miliar. Daftar saham yang diminati asing juga termasuk PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) senilai Rp5,74 miliar, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) sebesar Rp5,56 miliar, serta peritel terkemuka PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan Rp5,16 miliar.
Di sisi lain, tekanan jual asing justru menghantam sejumlah saham berkapitalisasi besar atau blue chip. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi target utama penjualan bersih asing, mencapai angka fantastis Rp43,75 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan net sell Rp37,84 miliar, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp34,71 miliar.
Emiten perbankan lainnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), juga dilepas asing senilai Rp28,86 miliar. Deretan saham yang mengalami tekanan jual signifikan meliputi PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp27,04 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp26,02 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan Rp23,42 miliar. Sementara itu, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) juga dilego asing senilai Rp18,65 miliar, diikuti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebesar Rp15,48 miliar, dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) senilai Rp15,21 miliar. Dinamika ini menunjukkan selektivitas investor asing dalam menempatkan dan menarik dananya di pasar saham Tanah Air.










Tinggalkan komentar