ASII Borong Saham Rp8 T Investor Siap Siaga

ASII Borong Saham Rp8 T Investor Siap Siaga

haluannews.id – PT Astra International Tbk ASII baru saja mendapat lampu hijau dari para pemegang sahamnya untuk melancarkan aksi korporasi besar pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai fantastis mencapai Rp8 triliun. Keputusan krusial ini diketok dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa RUPSLB yang digelar pada Jumat 17 Juli 2026. Langkah ini menjadi sorotan di tengah dinamika pasar modal yang penuh tantangan.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan keterangan resmi perseroan, program buyback ini akan dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan POJK No 29/2023. Dana maksimal Rp8 triliun tersebut belum termasuk biaya perantara pedagang efek serta berbagai ongkos lain yang terkait dengan pelaksanaan pembelian kembali saham. Dalam rapat tersebut pemegang saham juga memberikan wewenang penuh kepada Direksi Astra untuk menjalankan segala tindakan yang diperlukan termasuk penentuan harga pembelian saham.

ASII Borong Saham Rp8 T Investor Siap Siaga
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Aksi ini dijadwalkan berlangsung selama 12 bulan ke depan. Pendanaan untuk buyback sepenuhnya bersumber dari kas internal perusahaan bukan dari pinjaman atau hasil penawaran umum. Astra menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen mereka untuk meningkatkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus memperkuat disiplin alokasi modal. Jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor dengan tetap menjaga porsi saham beredar di publik free float tidak kurang dari 15%.

Selain buyback RUPSLB juga menyetujui pengalihan sebagian saham hasil program pembelian kembali periode ketiga yang berlangsung sejak 16 Maret hingga 15 Juni 2026. Sebanyak tidak lebih dari 100 juta saham tersebut akan dialihkan untuk pelaksanaan program kepemilikan saham manajemen Management Share Ownership Program MSOP. Presiden Direktur Astra Rudy menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan seperti dikutip dari keterangan resmi haluannews.id.

Ini bukan kali pertama Astra melakukan buyback. Pada periode ketiga yang baru saja usai 16 Maret hingga 15 Juni 2026 perseroan telah merealisasikan pembelian kembali 153,4 juta saham senilai Rp810,7 miliar atau sekitar 40,5% dari alokasi Rp2 triliun. Secara akumulatif Astra telah mengoleksi sekitar 563,5 juta saham treasuri dari tiga periode buyback yang telah berjalan sejak November 2025.

Aksi korporasi jumbo ini datang di saat harga saham ASII belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan. Saham konglomerasi Grup Astra ini masih bertengger di level Rp5.150 per saham mencerminkan koreksi sekitar 23% sejak awal tahun year-to-date YTD. Bahkan jika dibandingkan dengan level tertinggi 52 minggu di Rp7.475 harga saham ASII saat ini sudah terpangkas sekitar 31%. Tekanan juga masih datang dari investor asing yang mencatatkan net foreign sell cukup besar.

Dari sisi fundamental kinerja keuangan Astra di kuartal I 2026 juga menghadapi tekanan. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp5,85 triliun anjlok 16% secara tahunan year-on-year yoy dibandingkan Rp6,93 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan laba tersebut sejalan dengan pendapatan bersih konsolidasian yang terkoreksi 6% yoy menjadi Rp78,67 triliun.

Presiden Direktur Rudy menjelaskan penurunan laba Grup terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari divisi alat berat pertambangan konstruksi dan energi HEMCE yang laba bersihnya ambles 79% menjadi Rp408 miliar. Namun ia menambahkan bisnis-bisnis lainnya mencatatkan kinerja yang lebih baik sehingga dapat mengimbangi sebagian dari penurunan tersebut. Laba bersih segmen otomotif dan mobilitas naik 4% menjadi Rp2,36 triliun sementara jasa keuangan tumbuh 6% menjadi Rp2,26 triliun.

Tanpa memperhitungkan sejumlah beban non-recurring dan penyesuaian nilai wajar atas investasi ekuitas laba bersih Grup Astra hanya turun 8% menjadi Rp6,8 triliun. Total aset perseroan tercatat Rp517,80 triliun per akhir Maret 2026. Manajemen memperkirakan kondisi pasar masih akan penuh tantangan di tengah ketegangan geopolitik global. Oleh karena itu Astra pada Mei 2026 mengumumkan hasil tinjauan strategis dengan memprioritaskan tiga lini bisnis utama yakni otomotif jasa keuangan serta alat berat dan solusi pertambangan yang menyumbang sekitar 90% laba perseroan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar