Haluannews Ekonomi – Reli saham emiten yang berafiliasi dengan Samsudin Andi Arsyad, atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam, membuat kekayaan crazy rich Kalimantan ini meroket tajam. Dalam dua pekan terakhir, harta kekayaannya yang tercatat di perusahaan publik meningkat drastis sebesar Rp 17,89 triliun, mencapai angka fantastis Rp 32 triliun atau hampir US$ 2 miliar. Lonjakan ini terjadi setelah saham-saham tersebut mengalami kenaikan signifikan, bertepatan dengan penganugerahan gelar kehormatan dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Related Post
Kenaikan ini didorong oleh performa saham PT Jhonlin Agro Resources Tbk (JARR) yang melesat 490% secara year-to-date (YTD) hingga mencapai Rp 1.830 per saham, dengan kapitalisasi pasar menembus Rp 16,89 triliun. Haji Isam, sebagai pengendali JARR melalui PT Eshan Agro Sentosa (EAS) yang memiliki 91,11% saham EAS, secara tidak langsung menguasai kekayaan yang terikat di saham JARR senilai Rp 13,33 triliun. Angka ini meningkat tajam dari Rp 7,8 triliun dua pekan sebelumnya. Perlu dicatat, perdagangan saham JARR saat ini tengah disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) karena kenaikan harga yang signifikan.

Kontribusi lain datang dari PT Dua Brata Luhur Tbk (TEBE), emiten infrastruktur dan penunjang tambang yang diakuisisi oleh PT Dua Samudera Perkasa (DSP) – perusahaan yang 51% sahamnya dimiliki oleh Jhonlin Group dan 49% oleh Haji Isam. Kepemilikan DSP di TEBE mencapai 76,91%, dan kenaikan harga saham TEBE sebesar 187% YTD berkontribusi sebesar Rp 1,77 triliun pada kekayaan Haji Isam.
Tidak hanya itu, anak-anak Haji Isam, Liana Saputri dan Jhony Saputra, juga menikmati peningkatan kekayaan yang signifikan. Kenaikan harga saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), emiten sawit yang sahamnya mayoritas dimiliki oleh kedua anak tersebut melalui PT Citra Agro Raya (CAR) dan PT Araya Agro Lestari (AAL), telah membuat kekayaan mereka melonjak. Saham PGUN yang naik 808% YTD, dengan kapitalisasi pasar Rp 22,09 triliun, berkontribusi sebesar Rp 16,94 triliun pada kekayaan keluarga Haji Isam.
Meskipun angka Rp 32,05 triliun tersebut hanya mewakili kekayaan yang terikat di perusahaan publik, Haji Isam masih memiliki portofolio bisnis yang luas di sektor pertambangan batu bara, pelayaran, perkebunan, penerbangan (Jhonlin Air Transport), logistik dan kepelabuhanan (Jhonlin Marine), dan biodiesel (Jhonlin Agromandiri), serta bisnis gula yang diresmikan oleh Presiden Jokowi. Jejaring bisnisnya yang luas dan keikutsertaannya dalam berbagai forum bisnis tingkat nasional dan internasional semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pengusaha terkemuka di Indonesia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar