Haluannews Ekonomi – Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali mengingatkan pentingnya transparansi dan tata kelola yang baik dalam pasar saham Indonesia. Peringatan keras ini disampaikan saat pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2025, Jumat (3/12/2025). Sri Mulyani menekankan tanggung jawab bersama untuk memastikan saham yang diperdagangkan berasal dari perusahaan dengan fundamental kuat dan manajemen yang sehat. Tujuannya, agar masyarakat terhindar dari kerugian akibat investasi di perusahaan yang tidak kredibel.

Related Post
"Kita semua bertanggung jawab agar saham yang diperjualbelikan benar-benar sehat, berasal dari perusahaan dengan fundamental kuat dan tata kelola yang baik," tegas Sri Mulyani. Ia menambahkan, hal ini penting agar masyarakat tidak merasa tertipu setelah membeli surat berharga yang ternyata nilainya rendah atau bahkan nyaris tak berharga.

Lebih jauh, Sri Mulyani juga mendorong edukasi pasar modal sejak dini. Bukan hanya mahasiswa, ia berharap pendidikan tentang investasi saham dimulai sejak sekolah dasar. "Generasi muda harus familiar dengan BEI. Kita perlu memasukkan materi ini ke dalam kurikulum, agar mereka terbiasa bertransaksi di pasar saham," ujarnya.
Menurut Sri Mulyani, peningkatan literasi keuangan dan diversifikasi tabungan masyarakat menjadi kunci pendalaman pasar modal Indonesia. Ia menyebut ini sebagai tantangan besar bagi seluruh pemangku kepentingan di pasar saham. Ke depannya, peningkatan edukasi dan pengawasan ketat diharapkan mampu menciptakan pasar saham yang lebih sehat dan terpercaya.




Tinggalkan komentar