Haluannews Ekonomi – Menjelang akhir tahun, pasar keuangan global tengah bersiap menghadapi berbagai sentimen yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar pada 2025. Hal ini disampaikan Chief Investment Officer BRI Manajemen Investasi, Herman Tjahjadi, dalam wawancara eksklusif di program Power Lunch Haluannews.id (Jumat, 27/12/2024). Salah satu isu yang menjadi perhatian utama adalah potensi lonjakan inflasi di Amerika Serikat (AS) akibat dampak perang dagang era Donald Trump.

Related Post
Herman menilai, potensi inflasi AS tersebut berdampak pada kebijakan suku bunga The Fed, yang menjadi perhatian serius para investor. Di sisi lain, rencana kebijakan pajak Trump, seperti pemangkasan pajak manufaktur dan insentif pajak penghasilan pribadi, termasuk penghapusan tip restoran, diperkirakan akan mendorong pertumbuhan ekonomi AS. Namun, dampaknya terhadap penurunan Fed Funds Rate (FFR) diprediksi hanya dua kali.

Meskipun demikian, beberapa sentimen lain justru bisa mendorong The Fed untuk lebih agresif memangkas suku bunga. Tingginya tingkat tagihan kartu kredit yang menunggak lebih dari 90 hari dan lamanya waktu pencarian kerja di AS menjadi indikator ekonomi yang perlu diwaspadai, dan berpotensi menekan ekonomi Indonesia.
Ancaman lain bagi Indonesia adalah peningkatan aliran barang impor dari China. Perang dagang AS-China berpotensi meningkatkan impor barang China ke Indonesia, sebuah sentimen yang juga diwaspadai oleh pelaku pasar dan pemerintah. Wawancara lengkap dengan Herman Tjahjadi dapat disaksikan kembali di tayangan Power Lunch Haluannews.id.




Tinggalkan komentar